Rabu, 04 Jul 2018 15:34 WIB

Bamsoet: Mobil Listrik Bukan Mobil Mewah

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Tesla Model S milik Bamsoet (Foto: Gibran/detikcom) Tesla Model S milik Bamsoet (Foto: Gibran/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai mobil listrik bukan mobil yang mewah. Dia membandingkan harga mobil listrik seperti Tesla di Amerika Serikat.

Harga mobil tersebut, kata Bamsoet, kurang lebih sama dengan harga mobil kelas menengah lainnya. Bahkan, masih jauh di bawah harga mobil mewah Eropa seperti Mercedes-Benz atau BMW.



"Kalau di Amerika harga mobil tersebut untuk yang tipe 3 (Tesla Model 3/Tesla paling murah-red) sekitar USD 35.000. Untuk yang tipe S60 seperti yang saya pakai USD 50.000 - USD 60.000 AS atau setara dengan mobil Fortuner terbaru. Jadi sebenarnya bukanlah masuk katagori mobil mewah," ujar Bamsoet.

Dia mengatakan dibandingkan mobil Mercedes atau BMW masih jauh lebih murah. Apalagi jika pemerintah memberikan insentif berupa keringatan atau bahkan penghapusan pajak penjualan khusus bagi mobil full listrik (bukan hybrid).

"Sebab kalau di Amerika, pembeli Tesla atau mobil full listrik dapat insentif potongan pajak dan harga karena masuk kategori membantu pemerintah untuk mengurangi BBM dan polusi," pungkasnya.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan salah satu solusi persoalan subsidi BBM dan naiknya harga BBM di Indonesia adalah dengan mendorong penggunaan kendaraan elektrik atau electric vehicle (EV). Gaya hidup dengan kendaraan elektrik harus digalakkan dengan mengekspos besar-besaran penggunaan dan manfaatnya. Sehingga, masyarakat tidak lagi takut untuk beralih ke kendaraan listrik.



"Kenaikan harga BBM selalu menjadi persoalan besar di masyarakat. Ketergantungan pada bahan bakar fosil itu begitu mengakar. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menggalakan penggunaan kendaraan elekrik. Tren otomotif dunia saat ini pun mulai bergeser ke kendaraan elektrik," ujar Bamsoet.

Pilihan kendaraan elektrik semakin banyak. Hampir semua pabrik besar mobil dunia sudah merilis produk full listrik. Bukan lagi hybrid. Mulai dari perusahaan otomotif dari China, Geely, hingga pabrikan mobil Korea Selatan, Hyundai, ikut terjun di pasar elektrik.

"Pilihan sudah banyak. Tapi memang, yang kerap jadi pilihan utama adalah Tesla. Pabrik mobil listrik asal Amerika Serikat. Kebetulan, yang saya miliki Tesla model X60 dan S60," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia dan ketua Umum Ardin Indonesia ini mengungkapkan, dirinya sengaja membeli dua unit tersebut untuk mempromosikan penggunaan mobil listrik. Agar semakin banyak orang yang terinspirasi menggunakannya. Bamsoet telah membuktikan bahwa kendaraan tersebut sangat ekonomis.

"Nge-charge di rumah 6 jam full untuk berjalan 350 km. Jadi kalau hanya mutar di Jakarta dan pulang pergi rumah-kantor, cukup seminggu sekali nge-charge," tuturnya.

Dari segi perawatan pun sangat murah. Bahkan, nyaris tanpa biaya perawatan sama sekali. Polusi pun tidak ada. Karena memang mobil listrik tidak mempunyai knaklpot dan tidak mengeluarkan emisi gas buang.

"Mobil ini nyaris tanpa perawatan. Sangat ramah lingkungan pula. Karena tidak ada mesin, maka tidak perlu ganti oli dan lain sebagainya. Hanya pergantian kanvas rem dan ban. Itupun bisa 2-3 tahun sekali," paparnya.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed