"Seperti halnya umumnya pada desainer, hal paling menarik adalah ketika hasil karya pertamanya akhirnya masuk jalur produksi dan dilempar ke pasaran. Dalam hal ini untuk saya adalah Hyundai IX 35 (LM) yang dipasarkan di Indonesia dengan nama Hyundai Tucson," ungkap Sandy dalam sebuah wawancara di Hyundai Motor World Indonesia yang dikutip detikOto.
Selain itu, menurut dia, momen paling menantang adalah ketika memperkenalkan brand baru Hyundai untuk mobil premium yakni Genesis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Hyundai Indonesia sendiri berharap dengan kehadiran desainer di tubuh Hyundai, Hyundai bisa bersaing dengan produk-produk Eropa.
"Dengan masuknya desainer Eropa ini, saya kan baru di Hyundai, terus terang Hyundai sekarang beda dengan Hyundai 10 tahun lalu bahkan saya bisa mengatakan secara overall hampir sama dengan desain mobil Eropa," jelas Presiden Direktur HMI, Mukiat Sutikno.
Apalagi menurut Sandy, merek Hyundai sudah menjadi merek otomotif asal Asia nomor 1 di Eropa melewati Toyota dan Honda.
"Hal ini tentu merupakan pencapaian yang tidak mudah, karena konsumen di Eropa khususnya di Jerman memiliki wawasan yang baik dan kritis akan kualitas kendaraan. Saya berharap konsumen Indonesia dapat mengenal Hyundai seperti halnya yang telah dilakukan konsumen di Eropa dan Amerika Serikat," ujar Sandy yang kini bermukim di Eropa ini.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun