Ini Cara Alex Noerdin Uraikan Kemacetan Jakarta dalam 3 Tahun

Ini Cara Alex Noerdin Uraikan Kemacetan Jakarta dalam 3 Tahun

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 19 Jun 2012 16:15 WIB
Ini Cara Alex Noerdin Uraikan Kemacetan Jakarta dalam 3 Tahun
Alex Noerdin-Nono Sampono
Jakarta -

Tidak bisa dipungkiri kalau kemacetan jalanan adalah momok ibukota yang bertahun-tahun belum tersembuhkan. Tapi pasangan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta Alex Noerdin-Nono Sampono menjanjikan dalam 3 tahun, kemacetan bisa terurai.

Alex yang merupakan Gubernur Sumatera Selatan memaparkan kalau dirinya sudah memiliki tim yang sejak beberapa waktu lalu melakukan penelitian terkait kemacetan akut yang terus melanda Jakarta.

Tim tersebut ditambah bantuan ahli dan pakar dari universitas mengeluarkan kajian untuk dirinya. "Akhirnya setelah semua masalah dikumpulkan dan dicari solusinya, masalah macet bisa kelar dalam 2,5 tahun, persiapannya 6 bulan jadi 3 tahun," papar Alex saat berkunjung ke kantor detikcom, Selasa (19/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alex lalu memaparkan kalau dijabarkan dalam skala 1-100, kemacetan Jakarta saat ini sudahlah mencapai angka 94-95 yang karenanya butuh gerakan cepat dari pemimpin untuk menghindari dampak sosial yang mungkin terjadi karenanya.

"Kalau tidak di 2014 jalanan sudah macet total. Keluar dari garasi saja sudah macet. Malah peneliti Jepang mengatakan bukan 2014, tapi akhir 2013. Ini sudah 2012, tinggal setahun lagi, kita butuh gerak cepat," lugasnya.

Untuk itu, Alex berjanji kalau dirinya jadi gubernur DKI Jakarta hal pertama yang akan dibenahi adalah masalah kemacetan ini --selain banjir--.

"Masyarakat lebih banyak pakai angkutan pribadi daripada angkutan umum. Mereka punya alasan, karena angkutan umum tidak aman, tidak nyaman. Tidak ada yang berani naik angkot tengah malam. Selain itu, kondisi angkutan kita memprihatinkan," tambahnya.

Karenanya, pembangunan transportasi publik untuk masyarakat Jakarta akan dijadikan prioritas. Pembangunan 4 koridor baru TransJakarta harus dikebut dan akan ditambah 5 koridor lagi.

"Angkutan umum juga harus dilakukan peremajaan. Pemerintah daerah bisa melakukan peremajaan angkutan umum, angkutan umum yang sudah tidak layak diganti baru dengan angsuran tanpa bunga dan itu boleh dilakukan," cetusnya.

"Monorel juga harus diselesaikan, MRT dipercepat, KRL ditambah, persimpangan jalanan dengan KRL dikurangi sambil mendisiplinkan pengguna jalan. Itu semua dihitung bisa selesai dalam 3 tahun dan itu harus digelar serempak," papar Alex.

Dengan transportasi yang nyaman dirinya percaya kalau masyarakat pun akan dengan senang hati beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum.

Namun, bila masih ada masyarakat yang ngotot menggunakan angkutan pribadi ketika angkutan umum nanti sudah selesai dibenahi, harus ada kebijakan lanjutan.

"Nanti biaya parkir bisa ditinggikan. Jadi makin dekat ke pusat kota, makin mahal. Tapi kebijakan itu baru bisa dilakukan kalau angkutan transportasi sudah aman dan nyaman," tandasnya.

(syu/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads