ADVERTISEMENT

Jajal Motor Patwal BMW F 850 GS, Apa Rasanya Yah?

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 10 Des 2021 08:39 WIB
Jakarta -

BMW F 850 GS pertama kali dibawa oleh BMW Motorrad Indonesia pada ajang GIIAS 2018. Namun pada pertengahan tahun kemarin, motor adventure ini kembali jadi omongan, sebab digunakan oleh Polwan untuk mengamankan dan mendukung larangan mudik pada Operasi Ketupat 2021 ini.

Meski kini BMW F 850 GS yang dijual oleh BMW Motorrad Indonesia adalah yang versi Adventure 40 Years Anniversary, mereka masih menyediakan motor tahun 2018-nya untuk dites oleh tim detikOto. Lantas seperti apa sensasi menjajal motor Patwal dan apa saja yang ditawarkan motor seharga Rp 720 jutaan ini? Simak ototest BMW F 850 GS tahun 2018 kali ini!

BMW F 850 GSBMW F 850 GS Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Desain Khas GS
Sebelum membedah lebih detail BMW F 850 GS ini, kita bahas dulu desainnya. Tentu pecinta motor touring atau adventure, tak sedikit yang memimpikan dan sudah kenal dengan desain dari Gelande Strasse (GS) kelas menengah ini.

GS-nya BMW memang sudah terkenal dengan desainnya yang berkarakter dan ikonik. Baik di kelas terkecilnya G 310 GS, hingga tertingginya R 1250 GS, punya bahasa desain yang serupa.

F 850 GS ini hadir dengan tampang yang siap dibawa berkelana jarak jauh. Dari depan, ada windshield berukuran kecil yang fix. Tak lupa, ada juga 'paruh bebek' yang menguatkan kesan motor touring-nya. Lalu yang tak kalah ikonik di depan sini adalah penggunaan headlamp yang desainnya asimetris dan teknologinya canggih.

BMW F 850 GSBMW F 850 GS Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Dari samping, F 850 GS ini tampak menggunakan ukuran roda belang bak motor trail. Di depan peleknya cukup ramping berukuran 2,15 x 21 inci, sedangkan di belakang ukurannya 4,25 x 17". BMW juga menyematkan ban yang pas untuk aspal dan masih bisa dibawa off road ringan.

Untuk urusan kaki-kaki, yang jelas tampak jemawa adalah sok depannya model upside-down berdiameter 43 mm dan dengan jarak travel yang 230 mm. Sedangkan sok belakangnya adalah sok tunggal yang punya jarak main 215 mm dan nge-link ke swing arm berbahan aluminum-nya.

Namun untuk sok belakangnya, di motor tes ini belum menggunakan teknologi pengaturan sok elektrik, Dynamic ESA. Namun jangan khawatir, BMW memastikan di versi yang dijual untuk umum, fitur pengaturan sok belakang elektrik ini pasti dihadirkan.

Masih dari samping, terlihat juga tangki serta shroud-nya yang besar. Namun tangkinya ini secara spesifikasi hanya mampu menampung bensin sebanyak 15 liter. Jangan khawatir, dengan konsumsi bensin rata-rata di 19 km/liter, berarti saat tangki bensin full motor ini dapat dibawa hingga 285 km jauhnya, alias Jakarta-Cirebon tanpa isi bensin di jalan.

BMW F 850 GSBMW F 850 GS Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Nah! Motor ini secara dimensi tergolong bongsor di depan dan cukup tinggi. Untuk saya yang punya tinggi 175 cm dan bobot tubuh yang berat, duduk di motor ini masih harus menjijit. Jelas aja, dalam versi standar tinggi joknya adalah 860 mm atau sekitar 11 cm lebih tinggi dari tinggi jok Honda Vario.

Kalau sudah duduk di BMW F 850 GS ini, langsung disambut dengan cockpit yang canggih dan menyenangkan untuk dipandang berlama-lama. Banyak tombol yang bisa dimainkan dan layar TFT 6,5 inci-nya pun dapat menampilkan banyak informasi.

Overall, rasanya sulit untuk tak suka desain keseluruhan dari BMW F 850 GS ini. Menurut kami, motor ini benar-benar gagah dan rasanya siap dibawa ke mana saja. Tak heran, motor ini dipilih aparat kepolisian sebagai armada mereka.

[Halaman berikutnya: Mesin Buas, Tapi Tak Intimidatif dan impresi handling F 850 GS]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT