ADVERTISEMENT

Ototest

Test Ride SM Sport SM3: Moge Komplet! Desain Keren, Mesin Bertenaga, Harga Cuma Rp 90 Jutaan

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 09 Agu 2021 06:17 WIB
Jakarta -

Berminat untuk menggunakan moge sebagai motor harian? Rasanya motor yang detikOto tes kali ini cocok untuk jadi salah satu pilihannya. Desainnya keren ala moge retro kekinian, mesinnya bertenaga dan yang penting, harganya terjangkau.

Moge ini adalah SM Sport SM3. DetikOto melakukan pengetesan secara lengkap dari mulai performa hingga konsumsi bahan bakarnya, untuk membuktikan seberapa layak SM Sport SM3 ini untuk dipakai harian. Penasaran? Simak tes yang kami lakukan kali ini.

Kenalan dengan Merek SM Sport

Bagi sebagian detikers, nama SM Sport mungkin terasa kurang familiar. Karena memang SM Sport ini tergolong baru masuk Indonesia.

Merek SM Sport sendiri, merupakan merek motor asal Malaysia. Di Malaysia, SM Sport merupakan pabrikan motor yang dipegang oleh MForce.

Makanya, di Indonesia SM Sport pun masuk dan dipegang oleh PT MForce Indonesia. Di Indonesia, MForce memegang SM Sport dan juga SYM, yang terkenal dengan line up motor matic gambotnya.

SM Sport ini ternyata sudah punya empat model motor yang saat ini dijual di Indonesia. Tentu selain SM Sport SM3 yang detikOto ulas, ada juga SM Sport V16, SM Classic dan juga GY 150.

SM Sport SM3Tampilan SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Desain Retro yang Kekinian
SM Sport SM3 ini hadir dengan desain yang retro namun dengan unsur modern yang kental.

Siluetnya khas motor klasik dengan rangka model double craddle dan jok yang rendah.

Namun geser ke bagian depan, aura modern sangat kental terasa di SM3 ini. Penggunaan sok model up-side down yang besar, membuat tampilannya tampak meyakinkan sebagai moge.

Untuk lampu utamanya, SM3 sudah menggunakan lampu model proyektor LED dan lengkap dengan daytime running light-nya.

Nah, satu hal yang bikin kesengsem adalah model peleknya. SM3 ini menggunakan pelek model jari-jari, namun sudah bisa menggunakan ban tubeless. Pelek ring 17-nya ini, mengingatkan kita akan pelek yang digunakan oleh moge BMW.

Lalu jika melihat desain motornya dari samping, satu hal yang sedikit menganggu adalah penggunaan stiker yang tidak sedikit dan rasanya membuat motor ini terkesan 'ramai'.

Namun, pemilihan warna hijau army yang dipadukan dengan warna silver aluminium dan sedikit aksen merah di sok belakang dan kaliper rem belakang, menjadi satu kesatuan yang harmonis dan tampak keren.

SM Sport SM3SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Suspensi yang Sangar, tapi...


SM Sport menyematkan sok depan model terbalik atau up-side ke SM3 ini. Tampilannya sangar dan gagah dengan pilihan warna silver.

Sedangkan untuk sok belakang, SM Sport mempercayakan sok model ganda yang klasik dan dapat diatur tingkatan pre-load-nya.

Sebenarnya, pemilihan sok SM3 ini sudah tepat. Secara tampilan, penggunaan sok up-side down di depan dan sok ganda di belakang, sudah sesuai dengan konsepnya yang retro-modern.

Namun, sok SM3 ini terasa sangat empuk dan tidak cocok dengan mesinnya yang buas. Sehingga, ketika motor dibawa dalam kecepatan tinggi, motor jadi sulit untuk dikendalikan.

Tidak hanya ketika menikung dalam kecepatan tinggi, sok yang sangat empuk ini juga membuat rasa tidak percaya diri ketika kita melaju sangat kencang di jalan lurus yang tidak rata. Motor seakan terombang-ambing.

Bahkan ketika berkendara sendiri, melewati jalan berlubang atau polisi tidur, sok belakangnya tidak jarang mentok atau bottoming. Sehingga untuk boncengan, bisa dibilang sok belakangnya ini perlu disesuaikan lagi.

Solusinya, detikers dapat mengatur tingkatan pre-load sok belakang SM3 ini menjadi lebih keras, khususnya jika berencana menggunakan motor ini untuk boncengan.

SM Sport SM3SM Sport SM3 Foto: 20Detik

Mesin Buas di Tarikan Tengah ke Atas


Meskipun SM3 ini hadir dengan stiker 'SM3 400' di tangkinya, nyatanya mesin yang digunakan SM3 ini tidak bulat 400cc.

Sesuai namanya yang menggunakan angka 3, SM3 ini hadir dengan mesin SOHC 378cc 2 silinder 4 katup dengan pendingin cairan atau radiator.

Di atas kertas, mesin SM3 ini diklaim dapat menggelontorkan tenaga sebesar 36.2 HP di putaran mesin 9.000 RPM. Sedangkan untuk torsinya, dapat di angka 33 Nm di putaran mesin 6.500 RPM.

Impresinya, khas motor dengan karakter mesin overbore, SM3 ini tenaganya buas di tarikan tengah ke atas. Ketika melajukan motor ini di atas putaran mesin 6 ribu RPM, torsi puncaknya terasa keluar semua dan motor jadi ngacir.

Untuk tarikan bawah ke tengahnya, SM3 ini terasa biasa saja. Tidak terlalu menarik, namun juga tidak menyulitkan. Masih tergolong cocok untuk dibawa stop n go atau melibas kemacetan, meski tenaga terbaiknya terasa di putaran mesin tengah ke atas.

Kami juga menguji mesin SM3 ini hingga mendapat data kecepatan maksimal alias top speed-nya. Ternyata dengan bobotnya yang lumayan berat di angka 181 kg, SM Sport SM3 ini masih dapat melesat hingga 152 km/jam.

SM Sport SM3Mesin SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Catatan waktu akselerasi dari 0 ke 100 km/jam motor ini pun tergolong cukup baik. Meski tidak punya data waktu yang akuratnya, setidaknya impresi kami terhadap performa motor ini sangatlah baik.

Satu hal yang rasanya perlu menjadi perhatian dan sedikit kami keluhkan adalah vibrasi atau getaran mesinnya. Getaran mesin ini muncul di putaran mesin 4 ribu hingga 5 ribu RPM.

Getarannya terasa hingga ke setang dan sedikit mengganggu. Sialnya lagi, putaran mesin segini adalah putaran mesin yang paling sering berjalan ketika kita melibas jalan macet. Sehingga rasa kurang nyaman akan sedikit terasa di area setang.

Namun di balik sedikit keluhan kami terhadap mesin SM3 ini, mesin SM3 ini tetap terasa menarik dan menyenangkan untuk digunakan sehari-hari. Apalagi, jika sering ketemu jalan kosong. Tenaga buasnya akan dapat dimaksimalkan.

Moge yang Cocok untuk Harian


Sebagai motor gede yang menggunakan mesin hanya 378 cc, SM3 ini tentunya masih cocok untuk digunakan harian. Apalagi karena dimensinya tidak terlalu besar dan cenderung ramah untuk selap-selip.

Namun selain itu, satu hal yang perlu diacungi jempol adalah efisiensi bahan bakar SM Sport SM3 yang cukup irit untuk kelas motor 400cc.

Dari hasil pengetesan detikOto dengan metode full-to-full, SM3 ini kami tes dengan berkendara secara agresif sejauh 151 km. Ternyata dengan jarak segitu, untuk mengisi kembali tangki besin dalam keadaan penuh hanya dibutuhkan bensin kurang lebih 7.1 Liter.

Artinya, konsumsi bensin rata-rata yang dicatatkan oleh SM Sport SM3 ini, dari pengetesan detikOto, dapat di angka 21 km/Liter. Menurut kami, angka segini masih tergolong ramah untuk kelas moge harian.

Selain dari segi efisiensi bahan bakar, tentu hal lain yang tak kalah patut dipertanyakan adalah dari segi handling-nya.

Ternyata SM Sport SM3 ini hadir dengan posisi berkendara yang cukup beda dibanding motor bergaya klasik lainnya.

SM Sport SM3SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Rider detikOto yang punya tinggi 175 cm dengan postur kaki yang lumayan jenjang, ternyata terasa butuh penyesuaian yang cukup lama ketika mengendarai SM Sport SM3 ini.

Tinggi jok yang hanya 770 mm dengan posisi footstep yang cukup tinggi, ternyata sedikit menyulikan untuk kaki memindahkan gigi. Posisi pergelangan kaki jadi harus menekuk lebih dalam untuk menaikkan gigi motor ini.

Hal ini, menurut kami terasa sedikit menyulitkan dan membuat kaki gampang lelah ketika berkendara di kemacetan yang sering memindah-mindahkan gigi.

Lalu untuk setang, menariknya SM3 ini menggunakan setang model camar atau yang terlihat seperti siluet burung camar terbang. Setangnya ini terasa cukup tinggi dengan posisi handle yang sangat mengarah ke pengendara.

Pemilihan model footstep dan setang seperti ini, menuru kami sedikit canggung dan perlu penyesuaian. Namun, konstruksi seperti ini akan terasa cocok untuk rider yang punya tinggi di bawah 170 cm.

SM Sport SM3Headlamp SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Menurut kami, SM Sport SM3 ini akan lebih pas jika diganti model setangnya dengan setang fat bar dan diberi raiser agar lebih tinggi. Selain itu, posisi footstep atau sok belakang dapat dikoreksi, agar lebih ramah untuk rider yang punya tinggi di atas 170 cm.

Nah, sebagai motor harian juga, tentu motor mesti hadir dengan distribusi panas mesin yang baik. Ternyata hadirnya extra fan dari merek Panasonic yang ditempelkan SM Sport ke radiator SM3 ini sangat tepat guna.

Dari pengetesan kami, motor dibawa macet-macetan atau bahkan dites performanya hingga menyentuh top speed, panas mesin terasa tidak terlalu mengganggu. Paling hanya sedikit terasa hangat di area betis, namun itu dapat diakali dengan penggunaan celana jins yang tebal.

Namun jika hendak menggunakan sebuah sepeda motor untuk harian, tentu ketersediaan spare part atau jaringan untuk servis adalah sebuah poin yang tak boleh dianggap sepele.

Nah, perlu diingat, jika hendak menggunakan SM Sport SM3 untuk harian adalah jaringan servis dan after sales dari SM Sport yang belum sebanyak dan tidak bisa dibandingkan dengan pabrikan motor asal Jepang.

Saat ini jaringan servis SM Sport terbilang sudah cukup banyak di beberapa kota besar di pulau Jawa. Namun untuk informasi lengkap soal lokasi dealernya dapat dilihat di laman resmi MForce.

SM Sport SM3SM Sport SM3 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Ketersediaan dan Harga SM Sport SM3
PT MForce Indonesia per Agustus 2021 ini menjual SM Sport SM3 dengan banderol Rp 98.600.000 untuk harga on the road Jadetabek.

Sedangkan untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dari SM Sport SM3 ini, dari STNK yang detikOto lihat, untuk motor dengan status asal Cikarang Barat, ternyata PKB-nya hanya Rp 1.302.000.

Spesifikasi SM Sport SM3


Tipe mesin: 4 langkah 2 silinder segaris SOHC 4 katup berpendingin cairan
Bore x stroke: 66 x 55,2 mm
Kapasitas: 378 cc
Rasio kompresi: 10:1
Pasokan bensin: injeksi (EFI)
Starter: elektrik

Tenaga maksimal: 36,2 dk (27 kW) @9.000 rpm
Torsi maksimal: 33 Nm @6.500 rpm
Transmisi: 6 percepatan

P x L x T: 2.075 x 810 x 1.120 mm
Wheelbase: 1.370 mm
Tinggi jok: 770 mm
Jarak terendah: 160 mm
Kapasitas tangki: 18 liter
Bobot basah: 184 kg

Rem depan: cakram kaliper 4 piston
Rem belakang: cakram kaliper tunggal
Ban depan: 120/70-17
Ban belakang: 150/7-17

Konsumsi BBM Rata-rata: 21 km/Liter
Top Speed: 151 km/jam

(mhg/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT