Tes Harian Royal Enfield Meteor 350: Moge Terjangkau, Bertenaga, dan Irit

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Sabtu, 24 Jul 2021 06:29 WIB
Jakarta -

Royal Enfield pabrikan motor yang terkenal dengan moge bergaya klasiknya ini, tercatat pada Maret 2021 silam merilis salah satu motor termurah yang saat ini mereka jual, Royal Enfield Meteor 350. Bagaimana impresinya untuk dipakai harian?

Ternyata, banyak temuan menarik yang kami dapatkan dari pengetesan Royal Enfield Meteor 350 ini. Menurut kami, sebagai moge yang dijual dengan harga termurah oleh Royal Enfield, Meteor 350 ini sangat cocok untuk dipakai harian dan menjadi motor pertama buat orang-orang yang baru mau main ke kelas moge.

Namun, sebelum kita bedah mesin serta hal-hal yang menjadi nilai lebih dari Meteor 350 untuk dipakai harian, kita bahas dulu desainnya.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaTampak depan Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Klasik Tapi Modern
Secara tampilan, tentu Royal Enfield selalu datang dengan ciri khas motor gede bergaya klasiknya, pun di Meteor 350 ini. Aura khas motor cruiser klasik tampak nyata.

Namun tak seperti Classic 350 atau 500, Meteor 350 ini tampil lebih modern serta kekinian. Apalagi karena lampu utamanya sudah menggunakan sentuhan daytime running light (DRL), peleknya model cast wheel, dan lampu belakangnya diberi sentuhan LED. Kesan klasiknya sedikit 'tergerus' di Meteor 350 ini.

Satu hal yang menurut kami perlu diganti untuk mengembalikan aura klasiknya adalah dari peleknya.

Meski menggunakan pelek berukuran belang khas motor cruiser, Meteor 350 ini rasanya akan lebih pas dengan pelek jari-jari dengan balutan ban klasik yang sekarang banyak beredar di pasaran.

Kembali bahas desainnya, dari depan Royal Enfield Meteor 350 tipe tertinggi yang kami tes ini tampak sangat 'siap touring', berkat windshield yang dipasangkan secara fixed alias tingginya tidak dapat diatur.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaWindshield dari Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Namun penggunaan windshield ini hanya hadir di tipe Supernova alias tipe tertinggi dan tidak hadir di tipe Stellar dan Fireball.

Lanjut dari samping terlihat tampilan Meteor 350 ini khas cruiser modern yang cocok dipakai harian. Terlihat dari penggunaan rake atau sudut kemiringan kaki-kaki depan motor ini yang tampak tegak.

Lalu, dari samping pula, terlihat model tangki 'tear drop' yang berkapasitas 15 Liter bensin dan tampak manis dengan emblem tulisan Royal Enfield yang tampil 'mentereng' dengan sentuhan kelir chrome.

Emblem Royal Enfield ini hanya diberikan kepada Meteor 350 tipe Supernova dan Stellar. Sedangkan tipe Fireball hanya diberi tulisan Royal Enfield yang di-emboss berwarna hitam di tangkinya.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaTampak belakang Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Sementara itu tampak belakang Royal Enfield Meteor 350 ini sama manisnya dengan tampak depan yang didominasi part berbentuk bulat yang diberi cover dengan kelir chrome.

Namun lagi-lagi khusus tipe Supernova ini, diberi back rest dengan tulisan Royal Enfield yang tentunya akan memanjakan pembonceng ketika duduk di jok belakangnya ini.

Mesin Terasa Cukup
Di atas kertas, spesifikasi Royal Enfield Meteor 350 ini menggunakan mesin 349cc yang masih 'klasik' karena belum ada radiator atau pendingin cairannya. Mesin silinder tunggalnya ini, punya karakter mesin yang overstroke.

Karakter mesin overstroke seperti ini tentu punya impresi 'khas' yang bertenaga di tarikan tengah ke bawah. Royal Enfield menyematkan piston berukuran 72 mm dengan jarak langkah 85.8 mm. Dari spek dan karakternya ini, kita langsung dapat membaca kurang-lebih seperti apa rasa dari motor klasik ini.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaMesin baru disematkan oleh Royal Enfield ke Meteor 350 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Impresi yang kami rasakan, tentu motor seperti ini cocok untuk dibawa cruising santai yang tidak mengejar waktu. Persis seperti slogannya, 'Cruise Easy'. Mesin 350cc ini menurut kami pas untuk dipakai harian.

Jangan harap mesinnya ini seperti mesin motor-motor sport yang enak dipakai kebut-kebutan. Menurut kami, mesin overstroke-nya ini terasa nyaman dipakai untuk stop-n-go atau melibas kemacetan.

Namun jangan khawatir, ketika ketemu jalanan sepi, masih bisa 'gaspol' dan merasakan tenaga yang cukup perkasa, karena mesinnya yang berkapasitas 350cc.

Klaim Royal Enfield, tenaga yang bisa dikeluarkan oleh mesin 350cc ini ada di angka 20.2 hp di putaran mesin 6.100 rpm. Sementara torsi, dapat di angka 27 Nm di putaran mesin 4.000 RPM.

Nah, berkat tenaga dan torsinya yang langsung keluar sejak putaran mesin rendah, untuk menyalip atau nanjak sekali pun, terasa tidak butuh effort banyak.

Royal Enfield Meteor 350Tampak samping kiri Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Meski tahu, untuk urusan kecepatan kita tidak bisa berharap banyak pada mesin motor bergaya klasik ini. Namun kami penasaran untuk mendapatkan data top speed Royal Enfield Meteor 350 ini.

Ternyata, Royal Enfield Meteor 350 ini bisa melaju hingga 121-122 km/jam. Namun data tersebut terasa kurang akurat, karena instrumen klusternya masih menggunakan model analog, sehingga sulit untuk melihat berapa angka pastinya. Namun yang pasti tembus lebih dari 120 km/jam dalam catatan waktu yang lama.

Mesin Baru yang Cocok untuk Harian
Kalau detikers pernah jajal Royal Enfield Classic 350, Bullet 350 atau bahkan Classic 500, tentu tahu ciri khas dari mesin klasiknya. Yap! Vibrasi atau getarannya yang menganggu hingga ke setang. Namun ternyata, itu tidak ada di Meteor 350 ini.

Royal Enfield menggunakan basik mesin baru yang mereka sebut dengan mesin J Series untuk Meteor 350 ini. Mesin ini sudah menggunakan balancer shaft yang terbukti ampuh untuk meredam getaran mesin.

Getaran dari mesin ini, terasa benar-benar tidak ada khususnya di tarikan bawah ke tengah. Sehingga berkendara sehari-hari terasa tetap nyaman, karena tidak terganggu oleh getaran dari mesin. Namun ketika gas dibejek lebih dalam lagi, getaran akan terasa sedikit.

Selain itu, hal yang menurut kami perlu diacungi jempol adalah dari efisiensi bahan bakar mesin 350cc ini. Hasil pengetesan kami dengan metode full-to-full, Royal Enfield Meteor 350 ini dapat mencatatkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata di kisaran 32 km/Liter.

Royal Enfield Meteor 350Tangki bensin Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Angka segitu, kami dapat dari membawa motor ini sepanjang beberapa hari dengan rute total 151 km. Ternyata dari bensin penuh, Meteor 350 ini hanya perlu ditambahkan besin sebanyak 4.6 Liter. Menurut kami, catatan angka ini tergolong irit untuk ukuran konsumi bahan bakar motor 350cc.

Nah ketika berbicara motor untuk harian, tentunya selain harus nyaman dan irit, terkadang untuk ukuran motor 350cc, ada kekhawatiran akan panas mesin yang mengganggu.

Namun dari pengetesan kami di jalanan yang macet dan siang hari terik sekali pun, ternyata panas mesin tidak terasa mengganggu dan masih cukup nyaman untuk digunakan. Padahal, mesin 350cc nya ini hanya mengandalkan pendingin udara dan oli saja.

Jadi menurut kami, untuk menggunakan Royal Enfield Meteor 350 ini sebagai kendaraan 'tempur' harian pastinya tidak ada masalah. Terlebih, karena dimensinya yang tidak terlalu besar dan cenderung gampang untuk dikendarai, bahkan oleh awam moge sekalipun.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaKaki-kaki depan Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Handling Nyaman
Royal Enfield Meteor 350 ini hadir dengan konsep yang khas motor cruiser. Tapi menurut kami, Meteor 350 ini terasa kurang 'nyantai', namun tetap nyaman.

Berbeda dari cruiser kebanyakan, yang menempatkan posisi footstep sedikit ke depan, Royal Enfield Meteor 350 ini punya footstep yang posisinya di tengah. Sehingga posisi berkendara di motor ini terasa tegak dan sigap.

Selain footstep, tentu yang menunjang kenyamanan berkendara adalah pemilihan model setang. Royal Enfield Meteor 350 ini menggunakan setang yang tidak terlalu tinggi dan sedikit mengarah ke pengemudi. Menurut kami setang model seperti ini sangat nyaman untuk digunakan berkendara sehari-hari.

Dalam pengetesan yang detikOto lakukan, rider kami punya tinggi 175cm, dapat menapak dengan sempurna di Meteor 350 ini. Tinggi jok yang hanya 765 mm, terasa tidak intimidatif dan terasa nyaman untuk dibawa berkendara jarak jauh sekalipun.

Posisi berkendara yang nyaman ini, ditunjang juga dengan karakter suspensi yang cukup baik. Untuk bagian depan, sok teleskopik yang tampil 'berotot' berkat diameter as berukuran 41 mm ini ternyata cukup empuk untuk melibas jalanan jelek.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaRoyal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Pun sama dengan karakter sok belakangnya. Sok ganda yang dapat diatur tingkatan pre-load-nya ini, dari motor tes yang kami dapatkan, terasa sangat empuk. Sehingga, untuk dipakai berkendara harian dan melewati jalanan jelek hingga speed trap sekalipun, akan terasa nyaman.

Namun, karakter suspensi seperti ini terasa tidak nyaman ketika dipakai bermanuver kencang atau berbelok dalam kecepatan tinggi. Sebab, motor terasa limbung dan sulit dikendalikan. Menurut kami, jika motor ini hendak dibawa touring yang banyak melewati jalan berliku, sebaiknya kalian mengatur sok belakangnya ke tingkatan yang lebih keras.

Satu hal lagi yang menurut kami sedikit menyulitkan dari motor ini adalah bobotnya. Di atas kertas, bobot isi dari Royal Enfield Meteor 350 ini mencapai 191 kg. Bobot segitu, sama dengan dua kali lipatnya Honda Beat dan ditambah 10 kg. Jadi untuk menggeser motor ini di parkiran, agak sedikit butuh tenaga ekstra.

Fitur Modern
Meskipun tampil dengan nuansa klasik yang kental, Royal Enfield Meteor 350 ini tetap datang dengan beragam fitur-fitur kekinian yang fungsional.

Lampu utamanya yang masih menggunakan lampu halogen berwarna kuning, diberikan sentuhan modern dengan hadirnya daytime running light yang melingkar memutari lampunya yang bulat dan hadir dengan cover chrome.

Royal Enfield Meteor 350 SupernovaLampu utama Royal Enfield Meteor 350 Supernova Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Selain itu, tidak lupa fitur keselamatan Anti-Lock Braking System (ABS) juga dipasangkan Royal Enfield ke Meteor 350 ini. Hadirnya ABS ini, kian menambah percaya diri pengendara yang hendak melakukan pengereman.

Untuk remnya sendiri, Royal Enfield menyematkan rem cakram ukuran 300 mm di depan dan 270 mm di belakang. Cakram ini, dijepit oleh kaliper BYBRE yang merupakan anak perusahaan dari Brembo.

Lalu, sentuhan modern yang paling terasa baru adalah hadirnya fitur Royal Enfield Tripper di instrumen klusternya. Royal Enfield ternyata mendesain instrumen kluster digital berbentuk lingkarang yang sebelah kanan ini, dapat disambungkan ke smartphone via bluetooth.

Setelah smartphone tersambung ke Royal Enfield Tripper ini, kita tinggal membuka aplikasi Royal Enfield dan dapat merubah layar digital ini menjadi penunjuk arah atau navigasi. Kerennya lagi, aplikasi Royal Enfield ini sudah terintegrasi dengan Google Maps, sehingga datanya lebih lengkap dan akurat.

Royal Enfield Meteor 350Instrumen kluster Royal Enfield Meteor 350 Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Harga dan Ketersediaan
Royal Enfield Meteor 350 ini hadir menjadi line up termurah yang saat ini dijual oleh Royal Enfield Indonesia. Secara umum, Meteor 350 ini menggantikan posisi dari Royal Enfield Classic 350.

Untuk urusan harga, Royal Enfield Indonesia membanderol motor termurah mereka ini dengan harga yang beragam sesuai dengan tipe dan varian warna yang beragam pula.

Harga Royal Enfield Meteor 350
Fireball Rp 109.800.000
Stellar Rp 111.500.000
Supernova Rp 113.200.000

Spesifikasi Royal Enfield Meteor 350
Mesin: 349cc Silinder tunggal, 4 tak, Berpendingin Udara-Oli
Bore x stroke: 72 mm x 85.8 mm
Perbandingan Kompresi: 9.5 : 1
Daya Maksimum: 20.2 BHP @ 6100 rpm
Torsi Maksimum: 27 Nm @ 4000 rpm
Gearbox: 5 Percepatan

Jenis Rangka: Downtube Kembar
Suspensi depan: Teleskopik, garpu 41mm, travel 130mm
Suspensi belakang: Peredam kejut dengan emulsi tabung kembar

Jarak sumbu roda: 1400 mm
Jarak Bebas ke Tanah: 170 mm
Panjang: 2140 mm
Lebar: 845 mm
Tinggi: 1140 mm
Tinggi Tempat Duduk: 765 mm
Berat Kerb: 191 kg (dengan 90% bahan bakar & oli)
Kapasitas Bahan Bakar: 15 Liter

Ban Depan: Velg Alloy - 100/90 - 19" - 57P (Tipe Tubeless)
Ban Belakang: Velg Alloy - 140/70 - 17" - 66P (Tipe Tubeless)

Rem Depan: cakram 300 mm dengan kaliper mengambang piston kembar
Rem Belakang: cakram 270 mm, kaliper mengambang piston tunggal
Sistem Pengereman: ABS Dual Channel

(mhg/din)