Pengalaman Keliling Ibu Kota Naik Motor Listrik

Pengalaman Keliling Ibu Kota Naik Motor Listrik

- detikOto
Kamis, 18 Des 2014 11:18 WIB
Pengalaman Keliling Ibu Kota Naik Motor Listrik
detikOto-aditya
Jakarta - Riding dengan motor listrik di Indonesia? Sudah bukan mimpi lagi Otolovers. Karena, kini sudah ada PT Garansindo Technologies (GT) yang merupakan Authorized General Distributor untuk Zero Motorcycles di Indonesia.

Seperti biasa, detikOto dan beberapa rekan media online nasional pun mendapatkan kesempatan pertama untuk riding menggunakan motor listrik asal California, Amerika Serikat (AS) itu di jalanan Ibu Kota.

Motor listrik Zero yang disediakan oleh GT ada beberapa unit dari varian, diantaranya Zero FX, Zero DS, Zero MX Military, Zero S dan versi polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, detikOto menguji 2 motor sekaligus, karena di suatu tempat pihak GT memperbolehkan untuk saling tukar. Dalam first riding motor listrik Zero kali ini, detikOto memilih motor Zero FX (semi off-road) dan Zero DS yang memiliki karakter sport touring.

Jangan lama-lama, yuk kita simak bersama bagaimana kesan pertama mengendarai motor listrik Zero ini.

1. Tampilan yang Ciamik

Sebelum mengulas lebih dalam, tidak ada salahnya kita sedikit melongok tampilan dari motor listrik Zero. Semua line-up motor listrik yang dibawa ke Indonesia memiliki tampilan yang cukup menarik perhatian banyak orang ketika berkendara di jalanan umum.

Seperti yang detikOto tunggangi, Zero model FX (semi off-road), sekujur bodinya dicat dengan warna hitam sehingga ketika melihat ketika berjalan cukup seram dan gagah.

Apalagi motor itu cukup tinggi dan memiliki stang yang lebar, jadi ketika menunggainya terlihat gagah.

Untuk Zero model DS (sport touring) juga tak kalah menariknya. Tampilannya yang cukup sporty dan warnanya yang mencolok (ada warna merah, kuning dan putih) cukup menjadi daya tarik tersendiri.

Posisi riding-nya juga menjadikan si pengendara terlihat gagah. Apalagi saat berhenti di lampu merah, semua mata pengendara motor lain tertuju ke motor listrik Zero ini.

2. Jarak tempuh dan cara mengisi baterai

Nah, untuk jarak tempuh motor listrik Zero ini sebenarnya tegantung dari kapasitas dari baterainya itu sendiri. Tapi rata-rata bisa menempuh jarak 200 km dalam kondisi baterai terisi penuh sampai benar-benar habis.

Jangan khawatir, karena Otolovers bisa melihat berapa persen lagi baterai itu di layar speedometer. Disitu akan ada gambar baterai dan tulisan berapa persen lagi kapasitas baterainya.

Untuk cara mengisi atau charger-nya juga cukup mudah. Otolovers bisa melakukannya di rumah atau di kantor, tapi dengan catatan rumah atau kantor atau tempat dimanapun yang akan digunakan nge-cas harus memiliki voltase yang bear.

Lamanya pengisian jika menggunakan casan bawaan pabriknya dari baterai kosong hingga penuh selama 8 jam, tapi jika menggunakan casan after market (quick charger) cukup 1,5 jam hingga 2,5 jam.

3. Sensasi berkendara motor listrik semi off-road

Tiba saatnya merasakan sensasi berkendara motor listrik bro. Sesi pertama, detikOto mendapatkan kesempatan menunggai Zero FX yang memiliki tampilan dan karakter semi off-road.

Motor ini cukup tinggi, untungnya detikOto memiliki postur tinggi badan 178 cm sehingga cukup mudah untuk duduk nyaman di atas jok dan posisi kedua kaki pun sempurna menyentuh aspal.

Cara mengendarainya secara keseluruhan hampir sama dengan motor mesin konvesional. Tapi perbedaanya juga cukup banyak. Apa saya?

Pertama, untuk menyalakan motor ini cukup memutar kunci kontak ke sebelah kanan dan mesin pun langsung menyala. Tapi, ketika selongsong gas diputar, motor tidak bisa berjalan.

Kenapa? Karena untuk menjalankannya ada tahap selanjutnya yakni mengaktifkan tombol yang ada di stang kanan, setelah tombol itu aktif, nanti ada indikator berwarna hijau pada speedometer. Itu artinya motor sudah bisa diajak berjalan.

Eits, tunggu dulu, suara motor ini benar-benar senyap bro, bahkan sama sekali tidak terdengar suara apapun ketika kunci kontak menyala. Jangan harap motor ini punya knalpot bro, namanya juga motor listrik, jadi sangat ramah lingkungan.

Ketika selongsong gas diputar perlahan, motor pun mulai berjalan. Pada speedometer pun ada beberapa tampilan seperti pengaturan mode. Ada 3 pengaturan model di motor ini, pertama Eco, kedua Sport dan terakhir custom yang bisa disetting kecepatan, RPM, pengereman dan lain sebagainya lewat iPhone menggunakan bluetooth.

Pertama detikOto menggunakan model Eco. Tarikannya cukup halus, tapi ketika tombil dipencet dan modenya pindah ke sport, motor ini benar-benar galak bro. Torsinya sudah tersedia di putaran bawah hingga atas.
Ketika selongsong gas diputar lebih dalam, motor ini langsung ngacir bro. Dengan kondisi jalan kombinasi (ada yang terkadang lengang, padat, dan macet) saat jalan sedikit lengang, detikOto sempat menyentuh kecepatan 110 km/jam.

Sebenarnya motor ini bisa ngacir lebih lagi, tapi kondisi jalannya tidak memungkinkan. Saat diajak berlari, motor listrik ini tetap stabil dan nyaman dikendarai. Intinya, motor ini asyik bro diajak berkendara di dalam kota sehari-hari.

4. Merasakan berkendara motor listrik Zero DS

Rekan detikOto mengajak untuk bertukar motor, sampai akhirnya detikOto pun mengendarai Zero DS. Untuk cara menghidupkan dan lain sebagainya sama seperti Zero FX, bedanya cara berkendara dan sensasinya saja.

Model eco pun sama, tarikannya sangat halus dan mode sport-nya juga galak banget bro. Motor langsung ngacir ketika selongsong gas diputar lebih dalam.

Motor dengan karakter sporty ini juga ketika diajak berkendara di jalan macet atau lengang cukup enak. Pengendara tetap merasa nyaman dan senang ketika berada di atas motor.

Untuk sistem pengereman juga jangan khawatir bro, karena ketika detikOto berakselerasi dan tiba-tiba harus mengerem, pedal rem diinjak motor tetap stabil, tapi pasti ada sedikit goyangan di ban belakang.

Nah, untuk Zero FX atau DS ini, ketika kita berada di lampu merah atau macet jika Anda tidak percaya diri maka lebih baik tombol on-off tidak diaktifkan atau posisi off, karena takutnya kebiasaan Anda mengendarai motor konvesional terbawa ketika mengendarai motor listrik ini.

Inget Otolovers, kalau Anda berkendara motor listrik jangan sekali-kali memainkan gas saat kondisi macet atau lampu merah, karena beda seperti motor konvesional. Motor listrik ini jika selongsong gas di greng-greng, motor bakalan ngacir atau maju.

5. Kesimpulan

Dalam media test ride kali ini, pihak GT mengajak untuk berkeliling Ibu Kota, tapi hanya di kawasan Kemang, Senayan, hingga ke Pondok Indah dan kembali lagi ke Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah berkendara 2 motor listrik dengan karakter yang berbeda, detikOto bisa menyimpulkan kalau motor listrik juga sangat nyaman, asyik dan tetap bisa diajak ngebut.

Anda jangan berpikir kalau motor listrik itu boyo. Jangan salah bro, motor listrik seperti Zero ini memiliki karakter yang galak ketika dikendarai, apalagi menggunakan model sport, motor bakalan ngacir.

Torsinya sudah tersedia di putaran bawah, bahkan torsi motor listrik Zero ini sangat besar. Anda bakal punya pengalaman tersendiri ketika menjajal motor listrik Zero.

Dalam kondisi macet juga Anda jangan takut tidak nyaman, karena motor listrik Zero ini cukup nyaman dan asyik. Diajak berjalan di kondisi jalan seperti apapun, motor listrik ini tetap oke bro.

Sensasi berkendara yang luas biasa bakal Anda dapat setelah merasakan menunggai motor listrik ini.

Jika Anda belum biasa menunggai motor listrik, jangan takut untuk mengendarai motor listrik karena untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada cukup cepat. Setelah Anda diberikan penjelasan bagaimana caranya, Anda sudah bisa langsung menungganginya di jalanan Ibu Kota bro.

Hmm.. Sama seperti manusia, setiap barang juga pasti memiliki kekurangan. Nah, kekurang yang ada di motor listrik ini adalah sistem pengeremannya yang sedikit membahayakan untuk pengendara yang belum terbiasa.

Karena, ketika pedal rem diinjak dalam, motor seperti sedikit terkunci dan akan mengeluarkan decitan. Tapi, jika Anda sudah terbiasa membawa moge, tidak akan kaget lagi.

Sebenarnya, ini bukan kekurangan, karena motor listrik itu ramah lingkungan, jadi tidak memiliki knalpot dan suaranya sangat halus bahkan tidak terdengar sedikitpun ketika mesin menyala.

Kenapa detikOto menyimpulkan ini sebagai kekurangan, karena ketika motor diajak berakselerasi di jalanan umum, dengan tidak memiliki suara akan membahayakan pengendara lain dan diri sendiri, karena pengendara lain tidak tahu kalau akan ada motor yang melintas.

Tapi untuk motor Zero yang full spek Militer, ada sedikit suara yang dihasilkan dari semacam belt.

Untuk kekurangan yang lainnya detikOto pikir tidak ada lagi. Jadi jika Otolovers penasaran, silahkan mencobanya sendiri. Sensasinya luas biasa bro!
Halaman 2 dari 6
(ady/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads