Mobil yang disapa Kwid itu dijual dengan harga Rp 117,7 juta on the road Jakarta. Crossover ini siap menggangu pasar LCGC yang sedang diramaikan oleh pabrikan asal Jepang.
Berbagai nilai tambah ditawarkan Renault pada Kwid. Mulai dari tampilan bergaris desain crossover, dimensi yang kompak serta mesin kecil yang efisien ditawarkan pabrikan asal Prancis ini pada model Renault Kwid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Zaki Alfarabi |
Usai Kwid diluncurkan, detikOto mendapat kesempatan menguji Renault Kwid. Sesuai karakternya, detikOto mencoba Renault Kwid di wilayah perkotaan.
Berikut ulasan detikOto setelah mengendarai Renault Kwid untuk pertama kalinya.
1. Desain
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Renault Kwid memang menjadi mobil pertama di kelasnya yang menampilkan desain seperti sebuah SUV. Apalagi, mobil ini juga didukung dengan ground clearance setinggi 180 mm.
Selain itu, Renault Kwid memiliki fender besar. Hal itu menggambarkan ciri khas sebuah crossover.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Bagian grille depan Renault Kwid juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan berbentuk 'C' sebagai ciri khas Renault terbaru.
Renault Kwid memiliki dimensi panjang 3.679 mm, lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.472 mm dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 2.422 mm.
2. Interior
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Ada banyak tempat penyimpanan di dalam kabin Renault Kwid. Hal itu memudahkan pengendara maupun penumpangnya untuk menyimpan barang-barang bawaan baik berukuran kecil maupun besar.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Renault Kwid dibekali dengan instrument cluster digital. Instrument cluster itu menampilkan beberapa informasi seperti kecepatan (speedometer), total jarak yang telah ditempuh mobil dari kondisi baru, total jarak yang telah ditempuh mobil dari terakhir di-reset, rata-rata konsumsi bahan bakar, konsumsi bahan bakar realtime, hingga kecepatan rata-rata yang telah ditempuh sejak terakhir di-reset.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Sayangnya, pada instrument cluster Renault Kwid tidak ada tachometer yang menunjukkan indikator putaran mesin (RPM). Hanya, ada indikator yang menyarankan sopir untuk memindahkan gigi. Ketika mesin mobil sudah meraung dengan putaran tinggi, ada tanda panah ke atas pada instrument cluster untuk menyarankan sopir agar memindahkan gigi ke posisi lebih tinggi. Sebaliknya, instrument cluster akan menunjukkan panah ke bawah untuk menyarankan sopir agar menurunkan gigi.
Ada beberapa sentuhan Eropa pada Renault Kwid. Beberapa di antaranya adalah tombol pengatur power window dan pengunci pintu central yang ada di bagian tengah dekat dengan tombol lampu hazard, serta posisi gigi mundur yang berada di sebelah kiri gigi 1 (rata-rata mobil Jepang posisi gigi mundur ada di belakang gigi 5 untuk mobil transmisi manual 5 percepatan). Tapi, tetap ada sentuhan Asia, misalnya pada tuas pengatur lampu depan dan lampu sein yang berada di sebelah kanan. Biasanya pada mobil Eropa tuas itu berada di sebelah kiri.
Foto: Rangga Rahadiansyah |
Sayangnya, Renault Kwid tidak mempunyai fitur pengunci pintu otomatis. Jadi, pengguna mobil ini harus selalu ingat untuk mengunci pintu ketika berjalan. Selain itu, power window juga hanya untuk jendela pintu di depan. Sedangkan jendela belakang dibuka atau ditutup dengan engkol.
3. Fitur-fitur Unggulan untuk Mobil Rp 100 Jutaan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Saat detikOto mencoba sistem hiburan pada Renault Kwid, layar sentuh ini sangat sensitif dan responsif. Jadi, memudahkan pengendara maupun penumpangnya untuk mengoperasikan sistem hiburan.
Sistem hiburan pada Renault Kwid ini bisa terintegrasi dengan ponsel menggunakan Bluetooth. Selain itu, sistem ini juga bisa terhubung dengan USB dan AUX. Sistem hiburannya bisa menampilkan radio, musik dari ponsel maupun USB, sistem telepon dengan menghubungkan ponsel, dan navigasi satelit dengan tampilan 2D/3D. Jadi, Anda tidak perlu menambahkan perangkat navigasi tambahan karena sudah tersedia dari pabrikan.
Renault Kwid dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock, lampu sein dengan satu sentuhan untuk berpindah lajur serta lampu kabut. Dan untuk pertama di kelasnya, Renault Kwid memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin, meski detikOto tidak menggunakan fitur itu karena udara di Jakarta saat pengujian sedang panas.
4. Kenyamanan dan Pengendalian
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Untuk diketahui, suspensi yang digunakan pada Renault Kwid adalah Mac Pherson strut dengan Lower Transverse link di depan dan Twist beam suspension dengan coil spring di belakang.
Untuk handling, Renault Kwid ringan untuk dibelokkan. Setir terasa ringan berkat penggunaan electric power steering, tapi tidak terlalu ringan dan masih enak untuk di-handle.
5. Performa Mesin di Perkotaan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Mesin kecil dengan kapasitas murni 999 cc bisa memaksimalkan efisiensi bahan bakar. Apalagi dengan berat kosong Renault Kwid yang hanya 670 kg.
Namun menurut penilaian detikOto, karena menggunakan mesin 1.000 cc tiga silinder, Renault Kwid tidak cocok untuk kebut-kebutan. Tapi, untuk dibawa santai di perkotaan, mobil ini cocok.
Karakter mesin tiga silinder juga membuat suara mesin terdengar kasar. Dan suara itu terdengar masuk hingga ke dalam kabin.
6. Kesimpulan
|
Foto: Rangga Rahadiansyah
|
Nah, setelah menguji Renault Kwid, detikOto menilai mobil ini cocok untuk digunakan di jalanan perkotaan. Mesin kecilnya mendukung efisiensi bahan bakar lebih maksimal.
Berikut penilaian plus-minus dari detikOto setelah mencoba Renault Kwid.
Plus:
- Harga murah, cuma Rp 117,7 juta dan bersaing dengan LCGC.
- Memiliki banyak fitur unggulan, meski masih ada fitur yang belum dilengkapi seperti pengunci pintu otomatis.
- Mesin kecil sehingga mendukung efisiensi bahan bakar.
- Suspensi nyaman.
- Mudah dikendalikan berkat setir yang ringan.
- Ground clearance cukup tinggi, 180 mm.
- Bagasi luas.
Minus:
- Suara mesin masih terdengar cukup keras ke dalam kabin.
- Suara gesekan ban ke aspal terdengar sampai ke dalam kabin.
- Spion kecil sehingga jarak pandang ke samping tidak terlalu luas.
- Tidak ada tachometer, tapi digantikan indikator rekomendasi penggantian gigi di instrument cluster.











































Foto: Zaki Alfarabi
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?