Kencan Bareng All New Kijang Innova di Pulau Dewata

Ototes

Kencan Bareng All New Kijang Innova di Pulau Dewata

Arif Arianto - detikOto
Selasa, 08 Des 2015 14:32 WIB
Kencan Bareng All New Kijang Innova di Pulau Dewata
Foto: Toyota Astra Motor
Denpasar - Setelah diluncurkan akhir November, PT Toyota-Astra Motor melakukan uji jalan alias tes drive All New Kijang Innova. Berbagai media, termasuk detikOto, diberi kesempatan untuk melakukannya.

Tawaran pengujian di Bali, tentu saja menarik. Pertama, generasiΒ  baru Kijang Innova ini menjanjikan sejumlah keunggulan baru, mulai dari teknolodi dual VVT-I, fitur penunjang kenyamanan dan keamanan, hingga tampilan baru di eksterior maupun interior.

Kedua, wilayah Bali memiliki kondisi dan situasi jalanan atau alam yang cukup mewakili untuk melakukan pembuktian terhadap segala janji keunggulan yang ditawarkan Toyota di Innova paling gres itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalanan kota yang sempit dan kerap macet, jalanan berkelok, menanjak, hingga jalanan berbatu ada di Pulau Dewata itu.

Walhasil, prosesi pengujian pun berjalan sangat menarik dan nyaman. Bahkan, kami menyebutnya bukan sebuah prosesi pengujian yang formal laiknya seseorang yang meneliti sesuatu, namun lebih bersifat kencan antara seseorang dengan teman yang baru dikenalnya.

Lantas, seperti apa hasilnya? Berikut ulasannya.

1. Tampilan eksterior

Foto: Toyota Astra Motor
Pada tes drive di Bali kali ini, detikOto mendapatkan kesempatan mengemudikan All New Kijang Innova Tipe Q alias tipe tertinggi yang berbahan bakar bensin dengan transmisiΒ  otomatis. Perjalanan kencan ini menempuh jarak sejauh 64 kilometer dari Pantai Lovina, Singaraja menuju Kintamani.

Sebelum bendera start dikibarkan, detikOto sempat mengeksplorasi bagian demi bagian tampilan eksterior mobil ini. Secara umum, guratan dan lekukan pada bagian body tipe ini tak berbeda dengan tipe lainnya yang ada di bawahnya, yakni Tipe G (Grande) dan Tipe Q (Quantum).

Tipe ini ini menggunakan new LED Projector dengan frame yang lebih tebal. Gaya desain grille, bumper, lampu utama, sein, lampu kabut, serta rumah spion tak berbeda dengan dua tipe lainnya. Hanya sentuhan unsur penguat citra kemewahan saja yang membedakannya.

Sedangkan pada bagian kaki-kaki, varian bermesin bensin tipe ini menggunakan pelek berukuran 16 inci, dan varian diesel 17 inci.

2. Interior

Foto: Toyota Astra Motor
Secara umum, gaya desain dan tata letak bangku – terutama di baris kedua – antara tipe V dengan tipe Q tak jauh berbeda. Keduanya sama-sama menyuguhkan gaya jok captian seat dengan hanya dua bangku.

Bedanya, Toyota melengkapi interior tipe Q dengan berbagai fasilitas lebih mewah dan fitur-fitur canggih. Kesan elegan lebih menonjol berkat desain dashboard yang diimbuhi aksen kayu. Kesan ekslusif mencuat berkat warna silver yang membuat aksen itu terlihat kontras.

Sederet fitur canggih pun ditanam Toyota di tipe ini. Fitur-fitur itu antara lain Toyota Move, Miracast, Air gesture, Web browser, Bluetooth, Smartphone Connectivity, Voice Command , serta Digital Living Networking.

Pengintegrasian panel kontrol fitur yang berada di lingkar kemudi, sistem pengoperasian AC secara digital, penambahan lampu ambient di bagian tengah menyiratkan kesan modern dan mewah. Namun yang lebih penting adalah, tingkat vibrasi yang rendah serta tingkat kekedapan kabin semakin tinggi. Tentu, semua itu menambah kenyamanan baik pengemudi maupun penumpang.

3. Performa Mesin 2.000 cc

Foto: Toyota Astra Motor
Mesin yang diusung tipe ini memang takΒ  berbeda dengan generasi lawas. Namun, bedanya, Toyota menambahkan teknologiΒ  dual VVT-i. Hasilnya, mesin yang secara teori mampu menyemburkan tenaga hingga 139 PS dan torsi 183 Nm itu, mampu mengentakan tenaga di semua tingkatan putaran mesin.

Walhasil, perjalan dari Singaraja ke Kintamani atau tepatnya ke Batur terasa begitu menyenangkan. Meski melalui jalanan yang lurus, menanjak, berkelok, serta turunan.

Hanya memang, pada saat awal perjalanan, ketika detikOto menggunakan mode berkendara Eco Mode, semburan tenaga terasa sedikit lemot. Begitu pun dengan akselerasi mobil kala pedal gas diinjak lebih dalam.

Namun ketika beralih ke Power Mode, cerita menjadi lain. Laju mobil terasa enteng, Begitu pun dengan akselerasi,. Bahkan ketika jalanan menanjak dan menikung mampu dilibas dengan mulus.

Mode ini memang memiliki posisi penyetelan tenaga. Walhasil, gas terasa agresif dan perpindahan gigi saat rpm lebih tinggi berlangsung begitu cepat dan halus sehingga mobil tetap mendapatkan tenaga yang optimal saat menanjak. Dan yang pasti, Power Mode ini membantu di saat ingin mendahului kendaraan di depan.

4. Keamanan dan kenyamanan

Foto: Toyota Astra Motor
Meski masih mempertahankan perangkat suspensi seperti yang digunakan oleh generasi lama,Β  yakni di roda depan menggunakan double wishbone yang disokong pegas koil dan stabilizer. Sedangkan di bagian belakang, digunakan empat link dengan pegas koil lateral road, namun Kenyamanan suspensi masih cukup mumpuni.

Terlebih, Toyota juga telah melakukan penyempurnaan pada sasis sehingga lebih rigid. Penyempurnaan itu terkait erat dengan bobot yang bertambah 200 kilogram dan tambah panjangnya sasis 15 centimeter, yakni hadirnya stabilitas mobil saat dikendarai.

Stabilitas itu semakin terasa karena Toyota juga melengkapinya dengan fitur vehicle stability control. Β 

Sehingga, mobil tak terasa mengalami guncangan di saat melibas tikungan tajam dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Sedangkan fitur keamanan yang ada di mobil ini, antara lain seat belt warning, back sonar, seatblet di masing-masing baris kursi, ISOFIX & tether anchor, ABS & EBD, SRS Airbag, dan emergency brake signal.

5. Poin minus

Foto: Toyota Astra Motor
Penilain yang akhirnya menemukan poin minus ini adalah hasil yang didapatkan detikOto saat mengendarai dengan jarak sejauh 64 kilometer. Sehingga bukan merupakan uji yang berulang-ulang. Sehingga, kesimpulan ini bersifat subyektif dan hipotesa.

Poin itu didapatkan saat membandingkan saat mobil digeber dalam kecepatan tinggi dan rendah. Pada saat kecepatan tinggi, bobot setir terasa pas, namun sayang setir terasa agak berat saat kecepatan rendah.

Halaman 2 dari 6
(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads