Tawaran pengujian di Bali, tentu saja menarik. Pertama, generasiΒ baru Kijang Innova ini menjanjikan sejumlah keunggulan baru, mulai dari teknolodi dual VVT-I, fitur penunjang kenyamanan dan keamanan, hingga tampilan baru di eksterior maupun interior.
Kedua, wilayah Bali memiliki kondisi dan situasi jalanan atau alam yang cukup mewakili untuk melakukan pembuktian terhadap segala janji keunggulan yang ditawarkan Toyota di Innova paling gres itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, prosesi pengujian pun berjalan sangat menarik dan nyaman. Bahkan, kami menyebutnya bukan sebuah prosesi pengujian yang formal laiknya seseorang yang meneliti sesuatu, namun lebih bersifat kencan antara seseorang dengan teman yang baru dikenalnya.
Lantas, seperti apa hasilnya? Berikut ulasannya.
1. Tampilan eksterior
|
Foto: Toyota Astra Motor
|
Sebelum bendera start dikibarkan, detikOto sempat mengeksplorasi bagian demi bagian tampilan eksterior mobil ini. Secara umum, guratan dan lekukan pada bagian body tipe ini tak berbeda dengan tipe lainnya yang ada di bawahnya, yakni Tipe G (Grande) dan Tipe Q (Quantum).
Tipe ini ini menggunakan new LED Projector dengan frame yang lebih tebal. Gaya desain grille, bumper, lampu utama, sein, lampu kabut, serta rumah spion tak berbeda dengan dua tipe lainnya. Hanya sentuhan unsur penguat citra kemewahan saja yang membedakannya.
Sedangkan pada bagian kaki-kaki, varian bermesin bensin tipe ini menggunakan pelek berukuran 16 inci, dan varian diesel 17 inci.
2. Interior
|
Foto: Toyota Astra Motor
|
Bedanya, Toyota melengkapi interior tipe Q dengan berbagai fasilitas lebih mewah dan fitur-fitur canggih. Kesan elegan lebih menonjol berkat desain dashboard yang diimbuhi aksen kayu. Kesan ekslusif mencuat berkat warna silver yang membuat aksen itu terlihat kontras.
Sederet fitur canggih pun ditanam Toyota di tipe ini. Fitur-fitur itu antara lain Toyota Move, Miracast, Air gesture, Web browser, Bluetooth, Smartphone Connectivity, Voice Command , serta Digital Living Networking.
Pengintegrasian panel kontrol fitur yang berada di lingkar kemudi, sistem pengoperasian AC secara digital, penambahan lampu ambient di bagian tengah menyiratkan kesan modern dan mewah. Namun yang lebih penting adalah, tingkat vibrasi yang rendah serta tingkat kekedapan kabin semakin tinggi. Tentu, semua itu menambah kenyamanan baik pengemudi maupun penumpang.
3. Performa Mesin 2.000 cc
|
Foto: Toyota Astra Motor
|
Walhasil, perjalan dari Singaraja ke Kintamani atau tepatnya ke Batur terasa begitu menyenangkan. Meski melalui jalanan yang lurus, menanjak, berkelok, serta turunan.
Hanya memang, pada saat awal perjalanan, ketika detikOto menggunakan mode berkendara Eco Mode, semburan tenaga terasa sedikit lemot. Begitu pun dengan akselerasi mobil kala pedal gas diinjak lebih dalam.
Namun ketika beralih ke Power Mode, cerita menjadi lain. Laju mobil terasa enteng, Begitu pun dengan akselerasi,. Bahkan ketika jalanan menanjak dan menikung mampu dilibas dengan mulus.
Mode ini memang memiliki posisi penyetelan tenaga. Walhasil, gas terasa agresif dan perpindahan gigi saat rpm lebih tinggi berlangsung begitu cepat dan halus sehingga mobil tetap mendapatkan tenaga yang optimal saat menanjak. Dan yang pasti, Power Mode ini membantu di saat ingin mendahului kendaraan di depan.
4. Keamanan dan kenyamanan
|
Foto: Toyota Astra Motor
|
Terlebih, Toyota juga telah melakukan penyempurnaan pada sasis sehingga lebih rigid. Penyempurnaan itu terkait erat dengan bobot yang bertambah 200 kilogram dan tambah panjangnya sasis 15 centimeter, yakni hadirnya stabilitas mobil saat dikendarai.
Stabilitas itu semakin terasa karena Toyota juga melengkapinya dengan fitur vehicle stability control. Β
Sehingga, mobil tak terasa mengalami guncangan di saat melibas tikungan tajam dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Sedangkan fitur keamanan yang ada di mobil ini, antara lain seat belt warning, back sonar, seatblet di masing-masing baris kursi, ISOFIX & tether anchor, ABS & EBD, SRS Airbag, dan emergency brake signal.
5. Poin minus
|
Foto: Toyota Astra Motor
|
Poin itu didapatkan saat membandingkan saat mobil digeber dalam kecepatan tinggi dan rendah. Pada saat kecepatan tinggi, bobot setir terasa pas, namun sayang setir terasa agak berat saat kecepatan rendah.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun