Dari tampangnya, mobil ini memang terlihat seksi. Tapi bagaimana kemampuan mobil yang diimpor langsung dari Jepang itu?
Untuk membuktikan kemampuannya, detikOto pun membawa mobil ini membelah 'Pulau Dewata', Bali. Pemilihan rute dibuat sedemikian rupa untuk merepresentasi kondisi jalanan yang sebenarnya.
Desain Eksterior
|
Mazda CX-5
|
Sektor eksterior ini adalah hal yang paling mencolok ketika kita tanpa sengaja melihat mobil ini melaju.
Bukan apa-apa, garis desain yang modern dengan headlamp yang melancip tampak berpadu apik dengan bentuk grille dan bumper yang dinamis.
Garis di facia itu lalu mengalir ke bagian samping kendaraan dimana garis tubuhnya tampak jelas dan berotot yang kemudian berakhir di buritan.
Dan bagian yang detikOto paling suka adalah bagian 'bokong' mobil ini dimana lekuk desain tampak sangat modern dan enak dilihat terlebih dengan desain rear-lamp yang juga menyenangkan untuk dipandang. Untuk sebuah SUV mobil ini tampak terlalu stylish
Interior
|
Mazda CX-5
|
Penempatan tombol-tombol yang ergonomis di tengah dashbord juga tidak akan membuat para pengendara kesulitan menjangkaunya.
Kemudahan panel tengah dashboard itu kemudian masih dibantu dengan berbagai tombol di roda kemudi yang membuat para pengendara mangatur berbagai hal seperti audio, cruise control hingga mengatur ponsel --setelah disambungkan ke mobil melalui Bluetooth-- tanpa perlu kehilangan konsentrasi pada jalan. Ini tentu meminimalisasi resiko negatif kehilangan konsentrasi akibat hal sepele tadi.
Layar sentuh yang berada di bagian tengah dashboard juga mampu memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai piranti hiburan yang tertanam yang kemudian dapat berubah menjadi layar bantu parkir ketika mobil sedang memarkir mundur walau akan lebih asyik rasanya bila layar ini juga dilengkapi dengan piranti GPS.
Performa
|
Mazda CX-5
|
Suara mesin 1.997 cc dengan 4 silinder yang digendong mobil Jepang ini pun menderu lembut.
Tuas gigi pun dipindahkan dari posisi 'P' ke 'D', kemudian pedal gas pun ditekan. Ketika hal itu dilakukan, mobil ini melaju dengan lembut. Tidak ada hentakan yang biasa terjadi di mobil matik ketika pertama kali masuk gigi.
Respon mobil ini juga terbilang menyenangkan dengan semburan tenaga dan torsi yang tidak bisa dianggap sebelah mata, 155 dk dan 196 Nm!
Uniknya, meski dengan tenaga yang lumayan besar dan rasio kompresi hingga 13:1 --padahal mobil-mobil pada umumnya memiliki rasio kompresi 9-10:1-- mobil ini ternyata tidak terlalu rewel untuk urusan bahan bakar.
Mazda mengatakan kalau CX-5 cukup diberi minum bensin dengan oktan minimal 90.
Di Bali kami membawa mobil ini menjelajah jalanan padat di kawasan Kuta, Legian dan Denpasar serta jalanan menanjak di Kintamani. Di berbagai rute itu, Mazda CX-5 menampilkan kelasnya dan terbilang sangat bersahabat untuk pengendara.
Kesimpulan
|
Mazda CX-5
|
Nilai plus
- Desain stylish
- Performa dan Handling menyenangkan
- Kabin cukup lapang dan bersahabat
- Fitur paling lengkap di kelasnya
Nilai minus
- Harga
- Tidak tersedia pilihan transmisi manual
- Jaringan servis
Β












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP