Merasakan Ketangguhan Mazda CX-5 di Pulau Dewata

Merasakan Ketangguhan Mazda CX-5 di Pulau Dewata

Syubhan Akib - detikOto
Sabtu, 26 Mei 2012 13:30 WIB
Merasakan Ketangguhan Mazda CX-5 di Pulau Dewata
Jakarta - Beberapa waktu lalu, produsen mobil Mazda memperkenalkan Sport utility Vehicle (SUV) teranyar miliknya, CX-5.

Dari tampangnya, mobil ini memang terlihat seksi. Tapi bagaimana kemampuan mobil yang diimpor langsung dari Jepang itu?

Untuk membuktikan kemampuannya, detikOto pun membawa mobil ini membelah 'Pulau Dewata', Bali. Pemilihan rute dibuat sedemikian rupa untuk merepresentasi kondisi jalanan yang sebenarnya.

Desain Eksterior

Mazda CX-5
Oke, sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai performa dan kenyamanan mobil ini, mari kita tatap dulu bodi seksi Mazda CX-5 ini.

Sektor eksterior ini adalah hal yang paling mencolok ketika kita tanpa sengaja melihat mobil ini melaju.

Bukan apa-apa, garis desain yang modern dengan headlamp yang melancip tampak berpadu apik dengan bentuk grille dan bumper yang dinamis.

Garis di facia itu lalu mengalir ke bagian samping kendaraan dimana garis tubuhnya tampak jelas dan berotot yang kemudian berakhir di buritan.

Dan bagian yang detikOto paling suka adalah bagian 'bokong' mobil ini dimana lekuk desain tampak sangat modern dan enak dilihat terlebih dengan desain rear-lamp yang juga menyenangkan untuk dipandang. Untuk sebuah SUV mobil ini tampak terlalu stylish

Interior

Mazda CX-5
Tidak perlu berlama-lama, mari kita masuk ke dalam kabin. Di sektor ini, Mazda tampaknya juga berhasil membuat kesegaran tersendiri yang memanjakan mata dan telinga hingga emosi.

Penempatan tombol-tombol yang ergonomis di tengah dashbord juga tidak akan membuat para pengendara kesulitan menjangkaunya.

Kemudahan panel tengah dashboard itu kemudian masih dibantu dengan berbagai tombol di roda kemudi yang membuat para pengendara mangatur berbagai hal seperti audio, cruise control hingga mengatur ponsel --setelah disambungkan ke mobil melalui Bluetooth-- tanpa perlu kehilangan konsentrasi pada jalan. Ini tentu meminimalisasi resiko negatif kehilangan konsentrasi akibat hal sepele tadi.

Layar sentuh yang berada di bagian tengah dashboard juga mampu memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai piranti hiburan yang tertanam yang kemudian dapat berubah menjadi layar bantu parkir ketika mobil sedang memarkir mundur walau akan lebih asyik rasanya bila layar ini juga dilengkapi dengan piranti GPS.

Performa

Mazda CX-5
Mesin pun dinyalakan. Tidak perlu memutar kunci kontak, tinggal tekan saja tombol start/stop yang ada di balik kemudi sebelah kiri dan brumm, mesin mobil pun menyala.

Suara mesin 1.997 cc dengan 4 silinder yang digendong mobil Jepang ini pun menderu lembut.

Tuas gigi pun dipindahkan dari posisi 'P' ke 'D', kemudian pedal gas pun ditekan. Ketika hal itu dilakukan, mobil ini melaju dengan lembut. Tidak ada hentakan yang biasa terjadi di mobil matik ketika pertama kali masuk gigi.

Respon mobil ini juga terbilang menyenangkan dengan semburan tenaga dan torsi yang tidak bisa dianggap sebelah mata, 155 dk dan 196 Nm!

Uniknya, meski dengan tenaga yang lumayan besar dan rasio kompresi hingga 13:1 --padahal mobil-mobil pada umumnya memiliki rasio kompresi 9-10:1-- mobil ini ternyata tidak terlalu rewel untuk urusan bahan bakar.

Mazda mengatakan kalau CX-5 cukup diberi minum bensin dengan oktan minimal 90.

Di Bali kami membawa mobil ini menjelajah jalanan padat di kawasan Kuta, Legian dan Denpasar serta jalanan menanjak di Kintamani. Di berbagai rute itu, Mazda CX-5 menampilkan kelasnya dan terbilang sangat bersahabat untuk pengendara.

Kesimpulan

Mazda CX-5
Setelah beberapa hari mengendarai Mazda CX-5. Berikut skornya:

Nilai plus

  • Desain stylish
  • Performa dan Handling menyenangkan
  • Kabin cukup lapang dan bersahabat
  • Fitur paling lengkap di kelasnya


Nilai minus

  • Harga
  • Tidak tersedia pilihan transmisi manual
  • Jaringan servis

Β 

Halaman 2 dari 5
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads