ADVERTISEMENT

Nego Gaji Alot, Pilihan Joan Mir Cuma Honda atau Nganggur di Rumah

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 10 Jul 2022 08:50 WIB
Suzuki Ecstars Spanish rider Joan Mir sits in his box after the second MotoGP free practice session ahead of the German motorcycle Grand Prix at the Sachsenring racing circuit in Hohenstein-Ernstthal near Chemnitz, eastern Germany, on June 17, 2022. (Photo by Ronny Hartmann / AFP) (Photo by RONNY HARTMANN/AFP via Getty Images)
Joan Mir Foto: AFP via Getty Images/RONNY HARTMANN
Jakarta -

Bursa transfer MotoGP masih jadi tanda tanya besar. Terutama kepindahan Joan Mir, sang juara MotoGP 2020. Kemana dia akan berlabuh usai Suzuki akan hengkang dari MotoGP karena masalah finansial.

Joan Mir dirumorkan bakal bergabung dengan Honda Repsol. Tapi nampaknya negosiasi belum mencapai kesepakatan.

Pacho Sanchez, Manajer Joan Mir juga heran kenapa Honda belum menyetujui kontrak dengan Joan Mir. Menurutnya, penundaan keputusan kontrak itu tidak berhubungan dengan dengan pebalap Moto2 yang dijuluki bocah ajaib, Pedro Acosta.

"Saya juga nggak tau alasan dari keputusan yang ditunda sangat lama ini. Acosta bukan penyebabnya, karena saya pikir dia harus setahun lagi di Moto2, saya tidak berpikir dia siap untuk loncat ke MotoGP. Dia (Pedro Acosta) pebalap hebat, masa depannya cerah, tapi dia butuh pengalaman, Anda tidak bisa memberikan beban Honda kepada pundak anak muda, dan dia tidak bodoh," ujar Sanchez dikutip dari GPone, Minggu (10/7/2022).

Sanchez bilang Joan Mir tidak ada pilihan lagi selain bergabung dengan Honda. Rider Mallorca itu sudah kehabisan slot tim MotoGP. Mir juga tidak gentar jika harus membawa RC213V, dan menjadi tandem dari Marc Marquez.

"Joan tidak takut apapun. Dia tau bahwa Marquez sudah membawa motor itu selama hidupnya, tapi dia juga tahu harus tanda tangan dengan HRC, atau dia akan berada di rumah. Tidak ada rencana B," jelas Sanchez.

Lalu apakah masalah gaji yang masih menjadi hambatan bergabungnya Joan Mir ke HRC?

"Tentu, permintaan gaji Joan bukan untuk pebalap pemula, dia adalah juara dunia," tegas Sanchez.

"Bagi saya, Honda adalah pabrikan nomor 1 di dunia, tapi akan selalu ada momen sulit. Suzuki ibarat Atletico Madrid, Honda adalah Barcelona atau Real Madrid, mereka harus menang setiap tahun, tempat kedua adalah kegagalan."

"Keputusan mereka bukan hanya dari satu atau dua orang, tapi kelompok yang melakukan supervisi segalanya," jelas Sanchez.

Sebelum menjatuhkan pilihan akhir kepada Honda, Sanchez juga sudah berkomunikasi dengan bos Yamaha dan Ducati. Tapi hasilnya nihil, tidak ada tempat buat Joan Mir.

"Saya berbicara kepada Lin Jarvis sebelum kabar hengkangnya Suzuki, dan dia sudah jelas akan mempertahankan Morbidelli hingga 2023."

"Saya berbincang dengan Paolo Ciabatti setelah pengumuman (Suzuki), dan dia jelas bilang ke saya bahwa mereka tidak akan masuk ke tahap negosiasi dengan Joan, karena mereka punya filosifi yang berbeda," terang Sanchez.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT