Lorenzo: Yamaha Kehilangan Arah, Tapi Punya Pebalap yang Dekati Level Marquez

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 19 Apr 2022 12:55 WIB
Lorenzo akan memulai debut balap dirinya pada ajang Porsche Mobil 1 Supercup ke-30.
Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo. (Dok. Porche)
Jakarta -

Legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, berbicara tentang mantan timnya, Yamaha. Menurut Lorenzo, saat ini Yamaha seperti kehilangan arah di MotoGP. Tapi di sisi lain, pabrikan asal Iwata, Jepang, itu memiliki pebalap tangguh yang level tekniknya mendekati Marc Marquez.

Yamaha memang sukses menjuarai MotoGP 2021 bersama pebalap andalannya, Fabio Quartararo. Tapi di musim 2022 ini, Yamaha dan Quartararo harus berjuang keras menemukan performa terbaiknya disaat tim-tim lain seperti Ducati dan Suzuki tampil lebih sip di 4 seri awal MotoGP 2022.

"(Fabio mengalami kesulitan) karena Yamaha sedikit kehilangan arah atau kurang berkembang dibandingkan merek lain. Ia berada di salah satu momen terburuk dalam 20 tahun terakhir, atau 17 tahun terakhir, sejak sebelum Valentino (Rossi) tiba," kata Lorenzo dikutip dari Motosan.

MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 18: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team looks on during the press conference at the end of the qualifying practice during the MotoGP Of San Marino - Qualifying at Misano World Circuit on September 18, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Fabio Quartararo Foto: (Getty Images/Mirco Lazzari gp)

Menurut Lorenzo, Fabio Quartararo membalap dengan luar biasa dan dia bisa mencapai batas motornya, tapi itu tidak cukup untuk membawanya naik ke podium. "Ini secara psikologis sulit baginya, tetapi saya tidak melihat pilihan yang jauh lebih baik dari itu," sambung Lorenzo.

Lanjut Lorenzo menambahkan, Quartararo bisa saja pergi ke Honda atau Ducati, tapi sepertinya dia akan mengalami kesulitan di sana. Namun dari aspek skill, Quartararo jelas adalah pebalap top dengan kemampuan yang mendekati level pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.

"Ada pembicaraan bahwa ia (Fabio) bisa pergi ke Honda, tetapi ini adalah motor yang sangat sulit. Dia sangat terbiasa baik-baik saja saat menikung, dan sebaliknya, Honda sulit dikendarai. Dan di Ducati sepertinya tidak ada ruang, yang bagi saya adalah motor terbaik saat ini. Ini bukan situasi yang ideal baginya, tetapi dalam penanganan dan teknik, dia (Fabio) berada pada level yang sangat dekat dengan Marc," tukas Lorenzo.

(lua/rgr)