Tiga Pabrikan Raksasa Jerman Cabut, Maserati Baru Ikut Formula E

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 12 Jan 2022 20:09 WIB
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)
Ilustrasi Formula E Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Maserati bakal mengikuti kompetisi ABB FIA Formulai E pada tahun 2023. Brand Italia ini secara perdana mengikuti ajang balap mobil listrik.

Maserati akan memulai debutnya di grid pada musim ke-9 Formula E. Mobil yang dipakai ialah Gen3 terbaru yang disebut sebagai kendaraan tercepat, teringan, dan terkuat yang pernah ada di Formula E.

Perubahan terbesar pada mobil ini ada pada mesinnya. Disebutkan kalau mobil ini akan punya kemampuan meregenerasi tenaga dua kali lebih besar dibanding pendahulunya. Mobil Formula E Gen3 memiliki tenaga 350Kw (470 bhp) dengan kecepatan maksimal mencapai 320 km/jam.

Maserati merupakan merek Italia pertama yang masuk ke Formula E, serta merek kedua yang bersaing di bawah payung induk perusahaan Stellantis, setelah DS Automobiles.

Dikutip Carscoops, ada kemungkinan Maserati bisa mendapatkan status sebagai tim pabrikan. Tapi diprediksi saat awal bergabung nanti akan membentuk kemitraan dengan tim yang ada serta menggunakan powertrain DS Automobiles.

Langkah Maserati juga sejalan dengan visi pabrikan yang hendak menuju elektrifikasi. Mereka menyebutnya dengan Folgore, atau "Petir" dalam bahasa Italia, varian elektrik Maserati hadir dari berbagai model di antaranya Grecale, GranTurismo, GranCabrio, dan MC20.

"Kami memutuskan untuk kembali membalap di Kejuaraan Dunia Formula E FIA, bertemu dengan pelanggan kami di pusat kota dunia, membawa Trident maju ke masa depan," kata CEO Maserati, Davide Grasso dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (12/1/2022).

Sebelum Maserati masuk, tiga raksasa otomotif asal Jerman sudah memutuskan mundur dari Formula E.

Audi jadi pabrikan asal Jerman pertama yang memutuskan hengkang dari ajang balapan mobil listrik itu. Audi mengumumkan pamit pada 30 November 2020, di mana musim 2020-2021 menjadi partisipasi terakhir mereka.

Audi mengubah strategi partisipasi di ajang balapan dunia dengan akan fokus pada Reli Dakar pada 2022 dan Le Mans Daytona hybrid mulai 2022.

Tapi nama Audi masih akan muncul di Formula E musim 2022. Sebagai catatan, bukan sebagai penyedia mesin. Mereka akan memakai mesin Envision Virgin Racing.

Selanjutnya ialah BMW dan Mercedes-Benz. BMW masih akan memasok mesin di Formula E 2022 karena mereka masih terikat kontrak dengan Andretti Formula E team. BMW juga masih terikat kontrak dengan FIA untuk menjadi pemasok mesin sampai 2022.

Mercedes memutuskan mundur demi memfokuskan pendanaan untuk memproduksi mobil-mobil listrik yang bakal dijual umum. Untuk diketahui, Mercedes berencana memproduksi 100% kendaraan listrik mulai 2025.

Setelah kehilangan tiga nama besar otomotif. Pabrikan lain yang masih akan berpatisipasi di Formula E ialah Jaguar, Porsche, DS dari Citroen, dan Nissan.



Simak Video "Panjang Sirkuit Formula E Hanya Setengah dari F1, Kok Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)