Yang Salah Marquez atau Motor Honda?

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 30 Des 2021 20:18 WIB
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, GERMANY - JUNE 20: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team celebrates the victory and touch his shoulder under the podium during the MotoGP race during the MotoGP of Germany - Race at Sachsenring Circuit on June 20, 2021 in Hohenstein-Ernstthal, Germany. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marc Marquez Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Honda mengalami periode tanpa kemenangan di musim 2021 setelah Marc Marquez absen. Eks rider Repsol Honda, Casey Stoner membeberkan kesalahan yang dilakukan Honda beberapa tahun yang lalu.

Marc Marquez bukan rahasia lagi jadi 'nyawa' Honda. Sebagai bukti, RC213V belum sanggup ditaklukan oleh rider-rider lain, sebut saja Espargaro, hanya sekali naik podium dalam 17 balapan. Sedangkan adiknya, Alex Marquez, baru dua kali podium saat menjadi rekan setim sang kakak di Repsol Honda 2020 lalu.

Pertanyaan muncul lagi, apakah Honda terlalu fokus pada ujung tombak Marc Marquez selama bertahun-tahun dan sekarang membayarnya?

Casey Stoner sebagai mantan juara dunia MotoGP bersama Repsol Honda pada tahun 2011 dan test rider RC213V tahu kesalahan yang dilakukan Honda.

Menurutnya, Marc Marquez adalah pebalap hebat, dia bahkan bisa menyelamatkan motor RC213V saat ban depan kehilangan grip.

"Semua orang tahu tentang Marc bahwa dia sangat berbakat. Waktu reaksinya tidak tertandingi, jadi dia selalu bisa mengejar roda depan dengan sangat cepat." kata Stoner seperti dikutip dari Speedweek, Kamis (30/12/2021).

Stoner bilang Marquez dan tim Repsol Honda sudah membuat kesalahan dengan hanya fokus di area pengereman. Tapi baginya, hal lumrah jika setiap pabrikan hanya memiliki keunggulan di satu sisi.

"Saya pikir Marc dan timnya melakukan kesalahan dalam beberapa tahun pertama," kata juara dua kali MotoGP itu.

"Marc selalu sangat kuat saat mengerem, jadi mereka membuat motor ini hanya bagus di rem. Ada kompromi dalam hal ini. Ketika Anda memiliki kekuatan besar pada motor, sebagai imbalannya Anda membuatnya sangat lemah di area lain. Anda tidak dapat memiliki semuanya sekaligus," kata Stoner.

"Itulah mengapa kami melihat banyak pabrikan berbeda yang menang karena tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki paket yang sempurna," jelas Stoner.

Rider Australia ini juga membagikan pengalamannya saat menguji Honda RC213V dari 2013 hingga 2015, bersamaan dengan promosinya Marquez ke MotoGP.

Praktis, Stoner secara tak langsung ikut andil dalam mengembangkan RC213V. Menurutnya saat jadi rider penguji, Honda hanya berfokus pada titik kekuatan Marquez, yakni pengereman dan stabilitas. Walhasil pebalap lain kesulitan naik podium.

"Ketika saya menguji Honda, fokusnya sangat banyak pada fase pengereman dan stabilitas pengereman," kata Stoner.

Dia pun hengkang ke Ducati sebagai test rider di musim 2016. Tapi entah mengapa, dia melihat motor Honda jadi makin sulit dikendalikan. Stoner juga bilang bahwa The Baby Alliens-lah yang pintar menutupi kelemahan motor Honda.

"Setelah itu motornya enggan mengalah. Marc sangat pandai menutupi beberapa masalah. Tetapi kemudian mereka juga memiliki masalah pada tahun 2015 ketika dia tidak memenangkan Kejuaraan Dunia dan harus kembali ke sasis lama untuk menemukan feeling lagi, sehingga motor bisa lebih baik ketika berbelok di tengah tikungan," beber Stoner.

Marquez memang lebih istimewa dibanding pebalap-pebalap lainnya. Selama ini motor Honda RC213V dianggap hanya dibangun untuk Marc Marquez.

Senada dengan anggapan tersebut, Stoner turut merasakan hal yang sama saat berseragam Ducati. Dia punya pengalaman serupa pada musim 2007 hingga 2010. Stoner merupakan rider andalan Ducati, dan masukannya selalu lebih didengar dari pebalap Ducati lain.

"Saya tahu bahwa di tahun-tahun awal saya di Ducati, saya adalah satu-satunya (pebalap Ducati) teratas sementara yang lain kesulitan. Saya tidak pernah berpikir motornya seburuk itu, lagipula kami masih bisa menang dengannya dan naik ke podium," tutur Stoner.

"Faktanya setiap pengemudi berbeda dan menginginkan hal yang berbeda. Apakah itu masalah yang dihadapi Honda sekarang? seperti yang saya katakan, saya tidak bisa menilai dari sofa apa yang sebenarnya terjadi. Saya hanya bisa berbicara tentang kesulitan yang saya temui dengan beberapa sasis ketika saya menguji Honda," beber Stoner.



Simak Video "Bos Suzuki soal Pawang Hujan MotoGP: Belum Pernah Lihat Sebelumnya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)