Buru Gelar Juara MotoGP 2022, Francesco Bagnaia Akan Ikuti Cara Rossi

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 28 Des 2021 18:55 WIB
MotoGP rider Francesco Bagnaia of Italy celebrates on the podium after winning the Valencia Motorcycle Grand Prix, the last race of the season, at the Ricardo Tormo circuit in Cheste, near Valencia, Spain, Sunday, Nov. 14, 2021. (AP Photo/Alberto Saiz)
Francesco Bagnaia. Foto: AP/Alberto Saiz
Jakarta -

Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia, siap menyambut MotoGP 2022 dengan semangat tinggi. Pebalap asal Italia itu menyatakan siap memberi performa terbaiknya di musim yang baru, dengan cara-cara seperti yang dilakukan sang guru, Valentino Rossi.

Francesco Bagnaia tampil fenomenal di MotoGP 2021 dan menjadi pesaing utama Fabio Quartararo dalam perebutan gelar juara dunia. Sempat membuat Quartararo ketar-ketir di akhir musim, Bagnaia harus puas menjadi runner-up musim kemarin.

Tapi yang lalu biarlah berlalu, pebalap jebolan akademi VR46 itu siap menyambut musim 2022 dengan optimisme tinggi. Bagnaia dan Ducati punya modal bagus menatap kompetisi musim depan, sebab di akhir musim MotoGP 2021 kemarin, Ducati mendominasi podium dan motornya sulit dikalahkan.

Dikutip dari Motosan, Bagnaia menilai kemenangan di MotoGP Aragon musim lalu menjadi titik baliknya di kelas premier. Sebab gelar perdana itu ia dapat dengan cara cukup epik lantaran bersaing dengan Marc Marquez.

"Kemenangan saya di Aragon luar biasa, itu adalah yang pertama dan saya mendapatkannya setelah pertempuran luar biasa dengan Marc Marquez . Saya bersenang-senang sepanjang akhir pekan, saat itulah saya mulai bersenang-senang di setiap sesi setiap akhir pekan di akhir musim 2021," kata Bagnaia.

Tiru Strategi Valentino Rossi

Bicara soal gelar juara dunia, 'Pecco' Bagnaia berniat mengikuti strategi mentornya, Valentino Rossi, untuk memenangkan gelar. Menurut Bagnaia, di masa jayanya, Rossi kerap tampil percaya diri dan lepas saat balapan, sehingga bisa finis di garis terdepan.

"Saya pikir saya (juga) harus melakukan ini untuk selalu fokus dan bersenang-senang setiap saat. Dan saya pikir itu adalah rahasia Valentino (Rossi), yaitu menikmati segalanya setiap kali dia balapan. Aragon melepaskan sesuatu dalam diriku dan itu juga mengubah sesuatu dalam karirku," sambungnya.

"Meskipun (Rossi sudah) mundur (dari MotoGP), dia akan tetap dekat dengan saya, atau dekat dengan rider yang membutuhkan bantuannya. Dia adalah mentor kami dan dia pasti akan membantu kami," tukasnya.

(lua/din)