Pengakuan Marquez: Skill Membalapku Ada yang Luntur karena Cedera

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 16 Sep 2021 06:46 WIB
Honda Spanish rider Marc Marquez rides his bike during the third MotoGP free practice session ahead of the Moto Grand Prix of Aragon at the Motorland circuit in Alcaniz on September 11, 2021. (Photo by Lluis GENE / AFP) (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Marc Marquez Foto: AFP/LLUIS GENE
Jakarta -

Juara dunia enam kali kelas MotoGP, Marc Marquez, tercatat menjadi rider yang paling sering terjatuh di MotoGP 2021 saat ini. The Baby Alliens sudah 18 kali mengalami crash, bahkan menorehkan hatrick saat berlaga di Prancis, Italia, dan Catalunya. Kenapa sih Marquez, makin hobi jatuh?

Marquez saat ini belum maksimal karena kondisinya belum 100 persen fit. Dia belum lama sembuh dari patah tulang yang memaksanya absen panjang.

Tapi pebalap Repsol Honda itu sesungguhnya mulai menunjukkan perkembangan dari balapan ke balapan. Terbukti rider 28 tahun ini jadi juara di MotoGP Jerman, dan yang terbaru dia tampil menjanjikan di Sirkuit Aragon, Spanyol, dengan berani mengajak duel Francesco Bagnaia. Marquez pada akhirnya finis di posisi kedua.

Marquez mengaku lebih waspada saat memasuki balapan Aragon, setelah mengalami dua kecelakaan di Austria dan Inggris. Apalagi dia kemudian juga jatuh pada latihan bebas GP Aragon.

"Saat ini saya tidak bisa membalap seperti yang saya inginkan, begitu saya mencoba, saya jatuh. Jadi, saya perlu berpikir tentang berkendara dengan cara lain dan saya tidak bisa berkendara dengan cara yang biasanya," ujar Marquez seperti dikutip Diario AS, Rabu (15/9/2021).

Seperti diketahui, Marquez absen satu musim penuh lantaran patah tulang humerus pada bagian lengan atas kanan suai terjatuh saat lomba pertama MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, Spanyol.
Imbas cedera ini membuat Marc Marquez belum menemukan lagi salah satu skill dan keahlian terbaiknya, yakni melakukan aksi penyelamatan di atas motor.

"Memang benar, sebelumnya gaya berkendara saya mendorong banyak penggunaan ban depan hingga batas dan melakukan penyelamatan dengan siku," jelas Marquez.

"Tapi itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya lakukan lagi, karena saya memiliki masalah kecil, tidak bisa (dilakukan) dan akhirnya jatuh. Itulah salah satu alasan mengapa saya lebih banyak mengalami jatuh tahun ini dan, saat ini, ketika saya kehilangan bagian depan saya akan berakhir di tanah," ujar Marc Marquez.

Marquez pun tahu betul Sachsenring dan Aragon merupakan sirkuit favoritnya, plus tidak banyak tikungan yang menguras lengan kanannya. Soal misi di GP selanjutnya, Marc Marquez menyadari harus segera menemukan solusinya. Sebab 5 tahun sebelumnya, kondisi Marquez juga masih oke.

"Pada 2016, 2017, 2018 dan 2019 saya mendapat dorongan tambahan ini dan dapat menemukan batas dengan cara lain, menyelamatkan banyak jatuh dengan siku dan selalu berusaha menemukan batas. Saat ini saya tidak mampu melakukannya," ucap Marquez.

"Tentu saja, di sirkuit seperti ini saya cepat dan di sirkuit lain mungkin saya harus membayar sedikit lebih mahal," sambung dia.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)