Marc Marquez si Raja Nekat

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 14 Sep 2021 16:54 WIB
Ducati Italian rider Francesco Bagnaia crosses the finish line ahead of Honda Spanish rider Marc Marquez (R) during the Moto Grand Prix of Aragon at the Motorland circuit in Alcaniz on September 12, 2021. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Marc Marquez ketika sedang mengejar Pecco Bagnaia di MotoGP Aragon 2021 Foto: AFP/LLUIS GENE
Jakarta -

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig menilai Marc Marquez berada di jalur yang benar usai finis di tempat kedua di MotoGP Aragon 2021. Dia menilai tak ada yang berubah dari Marquez kendati habis dilanda cedera panjang, The Baby Aliens tetap tampil impresif meski dihadapkan dengan situasi yang mustahil bisa menang.

Duel epik tersaji di akhir balapan MotoGP Aragon 2021. Marc Marquez dibuat keteteran meladeni Pecco Bagnaia.

Tercatat sekitar 7 kali Marquez melakukan upaya serangan untuk menjadi yang terdepan. Meski grip ban dari RC-213V sudah mulai berkurang, dia nekat terus menyerang Bagnaia.

Marquez akhirnya melebar di percobaan yang terakhir, dia finis dengan selisih waktu 0,673 detik dari Pecco Bagnaia.

Ya, Marquez tetap menunjukkan statusnya sebagai Raja Aragon, padahal kondisinya belum fit 100 persen. Pebalap 28 tahun ini sudah mengantongi 5 kemenangan di sirkuit tersebut sejak tahun 2013. Tapi, performa Francesco Bagnaia kemarin menjadi tembok kemenangan bagi Marquez.

Alberto Puig merasa puas meski pebalap andalannya itu hanya finis kedua di MotoGP Aragon 2021.

"Dia melakoni balapan yang fantastis. Marc mengerahkan semuanya hingga saat-saat terakhir. Kami tahu dia cepat di Aragon, tapi Francesco Bagnaia juga kuat. Bagi kami, posisi dua ini adalah hasil yang bagus," kata Alberto Puig seperti dikutip Speedweek, Selasa (14/9/2021).

Setelah mendapatkan cedera dan absen pada musim lalu. Kini Marquez mulai menunjukkan tajinya. Capaian terbaik Marquez sejauh ini ialah dua kali podium, yakni kemenangan pada MotoGP Jerman dan jadi runner up di MotoGP Aragon.

Puig melanjutkan, bukan perkara mudah bagi seorang jawara dunia 8 kali, yang habis dilanda cedera bisa langsung tampil ciamik. Baginya determinasi seorang Marc Marquez yang berhasil mengantarkan pebalap Spanyol itu kembali menjadi rider top.

"Marc menunjukkan performa yang bagus dan kami sangat senang dengan podium kedua tahun ini," kata Puig.

"Meskipun dia tidak 100 persen fit, dia tampil sangat baik. Dia mendapatkannya (hasil podium, Red) dari semangat dan tekadnya yang telah membawa ke tempat dia (Marquez) sekarang," sambung Puig.

"DNA Marc tidak berubah. Itu (MotoGP Aragon 2021) hampir tidak mungkin (bisa menang, Red), namun dia terus mencoba. Sangat penting bagi Honda untuk memiliki pebalap seperti dia," jelas dia.

Hasil ini berbanding terbalik dengan rider Honda Repsol lainnya, Pol Espargaro. Menurut Puig, rekan setim Marquez itu kehilangan gaya balapnya di MotoGP Aragon, padahal saat MotoGP Inggris dia bisa naik ke podium 3.

"Dia (Pol Espargaro) kehilangan beberapa hal penting di motornya. Jadi gaya mengemudinya tidak muncul dengan sendirinya dan dia tidak bisa membawa performa yang dia tunjukkan di Silverstone. Dia tidak bisa menghentikan motor seperti yang dia inginkan. Kita harus terus berusaha bekerja dengannya untuk menyelesaikan masalah ini. Masih ada yang kurang pada kombinasi dia dan motornya," pungkas Puig.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)