Kunci Sukses Quartararo Pecundangi Marquez, Mir, dan Zarco: Enjoy Aja!

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 08 Sep 2021 20:09 WIB
MotoGP race winner Frances rider Fabio Quartararo of the Monster Energy Yamaha MotoGP celebrates on the podium after the MotoGP race at the British Motorcycle Grand Prix at the Silverstone racetrack, in Silverstone, England, Sunday, Aug. 29, 2021. (AP Photo/Rui Vieira)
Fabio Quartararo kini jadi pemimpin klasemen MotoGP 2021, apa rahasianya? Foto: AP/Rui Vieira
Jakarta -

Fabio Quartararo kini menjadi rider unggulan Yamaha. Dia berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2021. Kalau dibandingkan tahun lalu, performanya berbeda jauh. Apa rahasianya El Diablo?

Fabio Quartararo baru saja menjalani musim perdana dengan tim pabrikan Monster Energy Yamaha. Tapi El Diablo sudah menunjukkan jadi kandidat juara.

Bersama YZR-M1 yang disokong penuh pabrikan, Quartararo tampil ciamik. Dia mencatatkan 8 kali podium, 5 di antaranya menjadi pemenang dari 12 seri yang sudah digelar. Atas hasil tersebut Quartararo duduk di puncak klasemen dengan torehan 206 poin.

Quartararo unggul jauh atas rider-rider yang diprediksi akan jadi pesaing dekatnya musim ini. Mulai dari Marc Marquez, Joan Mir, sampai Johann Zarco.

"Tujuannya sudah jelas, untuk menjadi juara dunia atau paling tidak berjuang untuk mendapatkannya," kata Quartararo dalam wawancara bersama MotoGP, dikutip Rabu (8/9/2021).

Jika dibandingkan saat musim 2020 berseragam Petronas Yamaha SRT hasilnya berbeda jauh. Dia hanya bisa mengoleksi 127 poin dengan 3 kali jadi juara dari 3 kali podium.

Quartararo merasa lebih nikmat saat mengendarai YZR-M1 di tim pabrikan. Apa rahasinya bisa langsung nyetel?

"Bagiku ini musim terbaik yang dilalui selama membalap. Aku enjoy, dan jika kamu enjoy segalanya bakal lebih mudah," tutur pebalap kelahiran tahun 1999 ini.

"Aku merasa mengendarai motor untuk senang-senang. Bisa memimpin kejuaraan dunia, aku hanya mencoba jadi yang tercepat," sambung dia.

Introspeksi diri jadi salah satu kunci Fabio Quartararo mengarungi musim 2021. Jika melihat performa 2020, El Diablo kerap naik turun.

Kala berseragam Petronas Yamaha SRT, Quartararo bisa meraih tiga kemenangan dalam delapan balapan pertama, tapi selepas itu dia menderita khususnya di paruh kedua musim. Sejak Le Mans, dia hanya mampu mengukir finis terbaik di posisi kedelapan!

"Aku tahu semua kesalahan yang aku buat pada tahun 2020. Seperti beberapa masalah dengan motor, tetapi juga dengan diriku sendiri," ucapnya.

"Aku benar-benar marah pada motor ketika ada yang tidak beres. Dan ketika Anda marah, maka Anda tidak fokus pada apa yang harus dilakukan. Jadi aku telah belajar bagaimana tetap tenang dalam situasi sulit. Itu sebabnya aku yang sekarang jauh lebih kuat daripada tahun lalu."

"Pengalaman dan gaya balapku telah berkembang. Yamaha juga membuat perbaikan besar pada sepeda motor. Saya merasa batasnya jauh lebih mudah daripada di masa lalu. Jadi bisa lebih agresif dengan itu, karena Anda tahu di mana batas Anda dari lap pertama," kata Quartararo.

"Salah satu kemampuanku adalah merasakan segala sesuatu yang berubah di motor. Aku pikir, selangkah demi selangkah, Yamaha lebih mempercayaiku. Kami mengambil langkah maju yang baik," jelas dia.



Simak Video "Bukan Pertamax atau Premium, Ini Bensin yang Dipakai Motor MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)