Dituduh Dukung Quartararo di MotoGP Inggris, Ini Jawaban Michelin

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 05 Sep 2021 12:05 WIB
Seri ke-12 MotoGP 2021 yang digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, sudah selesai bergulir. Fabio Quartararo keluar sebagai juara.
Fabio Quartararo (tengah) dituduh bekerja sama dengan Michelin di MotoGP Inggris. Foto: AP/Rui Vieira
Jakarta -

Fabio Quartararo dituduh bekerja sama dengan Michelin di MotoGP Inggris, yang membuatnya tampil tanpa cela dan sukses menjadi juara satu di Sirkuit Silverstone, akhir pekan lalu (29/8). Dasar tudingan tersebut karena Quartararo dan merek ban Michelin sama-sama berasal dari Prancis.

Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mendominasi jalannya balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris. Quartararo finis di garis pertama, diikuti Alex Rins dan Aleix Espargaro di posisi kedua dan ketiga. Berkat hasil itu, Quartararo kini memiliki 206 poin, unggul 65 poin dari Joan Mir.

Quartararo memang terlihat nyaman dengan motornya dan pilihan bannya, sehingga bisa keluar sebagai pemenang. Namun masalahnya, beberapa rider mengeluhkan performa ban Michelin akhir pekan lalu.

Valentino Rossi, Joan Mir, Pol Espargaro, Francesco Bagnaia, termasuk Takaaki Nakagami mengeluhkan kondisi ban belakang Michelin yang dirasa cepat terkikis, sehingga membuat traksi atau daya cengkeram ke aspal melemah.

Berbagai nada sumbang pun muncul ketika Quartararo tampil sebagai juara tanpa mengeluhkan performa ban belakang Michelin. Secara tersirat, Michelin dituduh 'mendukung' Quartararo secara diam-diam, dengan karena mereka sama-sama berasal dari Prancis.

Menanggapi gosip itu, Manajer Motorsport Michelin, Piero Taramasso, pun angkat bicara. Taramasso tidak memungkiri jika ban Michelin mengalami masalah pada akhir pekan lalu.

"Secara umum kami melihat tingkat penggunaan ban yang lebih tinggi, baik depan dan belakang, dibandingkan dengan sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu dan inilah yang menyebabkan penurunan performa ban. Kami sudah memperkirakan akan ada penurunan performa setelah 10 lap, tapi ternyata itu jauh lebih awal, bahkan untuk beberapa pembalap sudah (mengalaminya) setelah lima lap," ungkap Taramasso, dikutip dari Motosan.

Lanjut Taramasso menjelaskan, Silverstone adalah sirkuit yang sangat menekankan pada performa ban. Michelin tidak mendapatkan waktu cukup banyak untuk meriset ban di sirkuit ini. Terlebih pada musim lalu sirkuit ini absen dari gelaran MotoGP karena pandemi COVID-19.

Terkait tuduhan beberapa pihak yang menyebut Michelin pro dengan Quartararo, Taramasso menampik pandangan tersebut. Menurutnya, merupakan hal mustahil bagi Michelin untuk mendukung Quartararo, karena suplai ban dilakukan melalui prosedur undian.

"Ketika ada situasi ini, fantasi orang-orang dilepaskan. Misalnya, mereka mengatakan bahwa di Quartararo hal-hal ini tidak pernah terjadi karena dia orang Prancis, tetapi tidak mungkin untuk mendukung atau tidak menyukai seorang pengemudi, ban ditentukan dengan lot (undian)," sambung Taramasso.

"Bahkan tidak benar ada pengurangan anggaran dan kami akan menyelamatkan diri, untungnya perusahaan kami telah menangani keadaan darurat yang disebabkan oleh Covid dengan sangat baik dan dalam keadaan sehat. Sebaliknya, kami memiliki semua teknologi yang tersedia. untuk menyelidiki apa yang terjadi," katanya lagi.

Sebagai penyuplai tunggal di kejuaraan MotoGP, Taramasso dan Michelin pun bertekad memperbaiki masalah ini sesegera mungkin. "Jelas bahwa kami harus meningkatkan dengan mengantisipasi apa yang bisa terjadi dalam balapan, saya berbicara tentang beberapa aspek: dalam kasus perubahan suhu, jika kecepatan akan lebih cepat atau lebih lambat, apa konsekuensinya. Jika salah satu dari dua ban di grid. Untuk melakukan semua ini kami harus bekerja lebih baik, terutama di FP4 dengan tangki bensin penuh dan melakukan putaran sebanyak mungkin secara berurutan. Saya tahu itu tidak mudah karena waktunya ketat, tetapi kami memiliki ide untuk meningkatkan aspek ini dan menghindari membuat keputusan yang buruk," tukasnya.

(lua/riar)