Ayah Lorenzo Kasih Komentar Miring ke Quartararo, Begini Katanya

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 03 Sep 2021 11:50 WIB
Seri ke-12 MotoGP 2021 yang digelar di Sirkuit Silverstone, Inggris, sudah selesai bergulir. Fabio Quartararo keluar sebagai juara.
Menurut Chico Lorenzo, Quartararo adalah pebalap bagus, tapi bukan seorang juara yang hebat. Foto: AP/Rui Vieira
Jakarta -

Ayah Jorge Lorenzo, Chicho Lorenzo menilai Fabio Quartararo masih berada pada level pebalap bagus, bukan seorang pebalap juara. Alasannya, Quartararo belum memiliki karakter kuat, kendati ia tampil konsisten dan saat ini memimpin klasemen.

Fabio Quartararo tampil impresif di MotoGP tahun ini. Pebalap Monster Energy Yamaha itu bahkan bisa juga disebut sebagai calon kuat juara MotoGP 2021, karena saat ini memimpin klasemen sementara dengan gap 65 poin dari Joan Mir.

Meski punya syarat-syarat sebagai calon juara dunia, Chico Lorenzo menilai bahwa Quartararo masih belum memiliki aura sebagai seorang juara. Menurut Chicho, Quartararo belum memiliki karakter yang kuat.

"Sungguh, semuanya berjalan dengan baik untuknya. Dia mengemudi dengan sangat baik, tetapi saya tidak melihatnya sebagai juara yang hebat," terang Chicho, seperti dikutip dari Motosan.

Kata Chicho, seorang pebalap juara harus bisa menunjukkan karakternya, seperti bagaimana cara ia menjelaskan dirinya sendiri, cara ia berkomunikasi, dan ketika ia berada di depan kamera.

"Saya tidak melihatnya (pada Quartararo), saya hanya melihat dia sebagai seorang bocah dan segala sesuatunya berjalan baik untuknya. Bagaimanapun, (di sisi lain) ada pebalap muda yang juara, dan menunjukkan kepribadian yang kuat," sambungnya.

Meski demikian, Chicho tetap memberi apresiasi kepada Quartararo karena rider asal Prancis itu mengejutkan banyak orang, dengan minimnya kesalahan yang ia buat pada musim ini. Quartararo berhasil mengatasi masalah besar yang dialami tahun lalu. Quartararo lebih maju dengan cara membalap yang jauh lebih baik, lebih halus, lebih menyatu dengan motornya, lebih elegan, dan lebih manis.

"Dan pada saat yang sama, dia tidak membuat kesalahan dan dia menjadi sangat kuat. Di saat-saat penting, dia meninju meja, menunjukkan otoritasnya dan bahwa dia adalah bos," tukasnya.

(lua/din)