Serangan Balik Yamaha untuk Vinales: Ini Pernyataan Keras Lin Jarvis

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 07 Sep 2021 09:12 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - FEBRUARY 06: Lin Jarvis of Britain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks during the 2020 Team Monster Energy Yamaha MotoGP presentation during the MotoGP Pre-Season Teams Unveiling at Sepang Circuit on February 06, 2020 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp. Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis (tengah).
Jakarta -

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, memberi pernyataan keras sebagai respons dari komentar-komentar negatif Vinales terkait Yamaha. Lin Jarvis berkata bahwa Vinales terlalu banyak bicara dan mengeluh. Padahal hal itu tidak bisa memperbaiki performanya di lintasan. Sebaliknya, komentar negatif Vinales justru akan merugikan Yamaha sebagai perusahaan.

Yamaha resmi pisah jalan dengan Maverick Vinales. Sebelumnya Vinales baru akan mengakhiri kerja sama dengan Monster Energy Yamaha di akhir musim ini. Tapi karena insiden yang terjadi di MotoGP Styria, kerja sama keduanya berakhir lebih cepat.

Setelah keluar dari pabrikan berlambang garpu tala itu Vinales pun langsung bergabung dengan tim barunya, Aprilia Racing Team Gresini. Top Gun bahkan sudah melakukan tes di Sirkuit di Misano dan juga dipastikan melakoni debut di MotoGP Aragon.

Belum lama ini Vinales mengungkapkan perasaan senangnya saat mengendarai Aprilia RS-GP, sekalipun karakter mesinnya beda jauh dengan Yamaha YZR-M1. Tak hanya itu, Vinales juga memberi pesan menohok kepada Yamaha, yang menyebut bahwa nuansa paddock di Aprilia bisa membuatnya berkembang ketimbang paddock Yamaha.

Berbicara kepada Speedweek, Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, memberikan komentar terkait perilaku Maverick Vinales yang kerap beri komentar pedas terhadap Yamaha. Menurut Lin Jarvis, tim tidak bisa mencegah pebalap mengungkapkan perasaannya ke media. Tapi di sisi lain, pebalap harusnya juga memiliki etika dan membela timnya dalam kondisi apapun.

"Ya, tentu saja kami memiliki kontrak seperti itu. Dan tentu saja ada hal-hal yang tidak bisa dikatakan (Vinales ke umum). Tapi Anda tidak bisa mencegah pebalap mengungkapkan perasaan mereka. Namun, ada garis tertentu dan batas tertentu yang tidak boleh dilampaui dalam konteks seperti itu," kata Lin Jarvis.

"Jelas, Anda menginginkan rider yang cerdas dan menghindari pernyataan negatif. Tidak akan melaju lebih cepat dan tidak akan meningkatkan kinerja jika Anda hanya mengkritik tim Anda, atasan Anda, dan insinyur Anda. Itu fakta. Anda dapat mengungkapkan pendapat Anda dalam rapat tertutup. Anda tidak harus melakukan ini di depan umum," sambungnya.

Lanjut Lin Jarvis menjelaskan, tim sudah sering berbicara kepada Vinales setiap kali dia berkomentar negatif tentang Yamaha. Menurutnya, hal itu tidak seharusnya dilakukan seorang pebalap profesional.

"Tentunya, kami berbicara dengannya setelah itu. Kami mengadu padanya. Tetapi contoh ini menunjukkan dengan tepat masalahnya. Mungkin seorang pebalap harus bekerja lebih (keras) di belakang layar, dia harus membangun tim yang kuat," katanya.

Alih-alih memperbaiki performanya, saat-saat terakhir bersama Yamaha, Vinales justru makin banyak menebar komentar negatif. Tak hanya itu, Vinales bahkan lebih memilih mengganti kepala krunya.

"Semua pebalap harus khawatir dengan kesalahan mereka sendiri. Pabrikan dan tim Yamaha benar-benar bertekad untuk sukses bersama Maverick. Kami bersama selama lima tahun dan itu adalah investasi besar bagi kami," kata Lin Jarvis.

"Kami memiliki keinginan besar untuk mencapai hasil yang diinginkan bersama. Apakah kita membuat kesalahan? Tentu kita (pernah) melakukan beberapa kesalahan. Apakah kami selalu menyediakan motor terbaik? Mungkin tidak. Tapi itulah hidup. Enam pabrikan ambil bagian. Hanya satu yang bisa menang, tegas Lin Jarvis.

(lua/din)