Konsisten Naik Podium, Johann Zarco Bisa Juara MotoGP Seperti Cara Joan Mir

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 11 Jun 2021 09:15 WIB
DOHA, QATAR - APRIL 02: Johann Zarco of France and Pramac Racing rounds the bend during the MotoGP of Qatar - Free Practice at Losail Circuit on April 02, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Johann Zarco. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Johann Zarco begitu konsisten musim ini. Meski belum pernah keluar sebagai juara dari 7 seri MotoGP yang digelar -- Zarco sudah empat kali naik podium. Jika terus konsisten finis tiga besar, bukan tidak mungkin Zarco juara MotoGP 2021 seperti cara Joan Mir ketika menjuarai MotoGP 2020.

Pebalap Reale Avintia Racing Ducati, Johann Zarco layak disebut sebagai kandidat juara MotoGP musim ini. Mengemas 101 poin dari 7 seri balap, pria asal Prancis itu duduk di posisi kedua dan hanya berjarak 14 poin dari Fabio Quartararo di posisi pertama klasemen sementara dengan 115 poin.

Di musim ini, Zarco terlihat cukup nyetel dengan motor pabrikan, Ducati Desmosedici GP21, yang digunakannya. Sebenarnya tak hanya Zarco yang tampil apik bersama Ducati, pebalap pabrikan Jack Miller dan Francesco Bagnaia juga ikut ciamik bersama Ducati dan menempati posisi 3 dan 4 klasemen pebalap sementara dengan masing-masing poin 90 dan 88.

Satu-satunya pesaing utama Zarco di tangga juara MotoGP 2021 mungkin hanyalah Fabio Quartararo. Pebalap Monster Energy Yamaha itu tampil cukup konsisten musim ini. Ia bahkan sudah mencetak rekor pole position sebanyak 5 kali.

Quartararo sendiri sebenarnya bisa tampil lebih baik dan memiliki poin lebih banyak, sayangnya ia mengalami beberapa problem di lintasan. Seperti ketika mengalami masalah lengan (arm pump) di balapan Jerez, saat ia memimpin balapan. Ia juga baru saja mendapat penalti ganda di MotoGP Catalunya yang menurunkannya dari podium tiga ke posisi keenam dan kehilangan 6 poin.

Kembali ke Johann Zarco, jika melihat konsistensinya musim ini, sangat mirip dengan apa yang dilakukan Joan Mir musim lalu bersama tim Suzuki. Untuk diketahui, musim lalu Joan Mir bukanlah favorit juara. Tapi karena dia konsisten naik podium, ia bisa mengunci gelar juara dunia di kelas premier.

SCARPERIA, ITALY - MAY 29:  Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team rounds the bend  during the MotoGP Of Italy - Qualifying at Mugello Circuit on May 29, 2021 in Scarperia, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Fabio Quartararo Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Melihat kesamaan itu, Zarco menilai strategi Joan Mir merupakan langkah yang baik untuk ditiru. Tapi Zarco tidak ingin menjadi seperti Mir yang hanya mengemas satu kali juara pertama sepanjang MotoGP 2020.

"Joan Mir tahun lalu adalah contoh yang sangat baik dari jenis strategi ini. Tapi ini bukan strategi yang kami lakukan di awal pekan," kata Zarco dikutip dari Tuttomotoriweb, Jumat (11/6/2021).

"Kami benar-benar berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa menang. Tapi saya lihat masih ada yang kurang," sambung mantan pebalap Yamaha Tech3 itu.

Zarco menilai bahwa saat ini Quartararo adalah satu-satunya pebalap yang harus dikalahkannya agar bisa menjuarai MotoGP untuk pertama kalinya.

"Jika (hasil seperti ini) memberi saya keuntungan di akhir musim, saya akan menjadi orang pertama yang senang akan hal itu. Tapi yang jelas kami harus mewaspadai Fabio. Saya pikir tanpa masalah (dengan baju balap) dia (Quartararo) bisa mengungguli Miguel (di MotoGP Catalunya). Tapi dia punya masalah itu, yang merupakan keuntungan bagi kami," ujarnya.

(lua/din)