Kamis, 24 Sep 2020 08:35 WIB

Marc Marquez Kangen Motoran, Adiknya Lamban Adaptasi sama RC213V

Ridwan Arifin - detikOto
Marc Marquez Marc Marquez kangen motoran lagi Foto: M. Resha Pratama/detikcom
Jakarta -

Marc Marquez sudah tak tahan ingin menggeber sepeda motor. Tapi The baby aliens sadar betul belum bisa menunggangi motor seperti sedia kala, lantaran cedera tangan yang dideranya sejak seri pembuka MotoGP 2020.

Dikutip situs HRC, Marc Marquez sudah merindukan suasana dan adrenalin saat memacu Honda RC213V dalam kecepatan tinggi. Bahkan untuk latihan di motor kecil pun tak bisa ia lakukan, karena kondisi tangannya belum memungkinkan.

"Aku melewati latihan, terutama berada di sepeda motor. Sekarang aku berharap untuk segera kembali dengan sepeda motor kecil atau semacamnya, tetapi untuk saat ini harus menghormati prosesnya, waktu yang sudah ditentukan dokter," ujar Marc Marquez.

Marquez mengatakan berada di sofa sembari menonton MotoGP adalah hal terberat yang dilakukannya saat sedang dilanda cedera.

"Itu hal yang paling sulit, menonton balapan di rumah adalah hal tersulit karena Anda di sana menonton latihan, balapan, dan ingin sekali rasanya berada di sana."

"Kelihatannya aneh bahwa setelah tujuh balapan saya hanya tertinggal 84 poin di belakang pemimpin klasemen, dan saya nol! Ini musim yang aneh dan sepertinya belum terlihat siapa yang membuat perbedaan besar dibandingkan dengan yang lain," kata Marquez.

Di sisi lain, kondisi fisik Marquez mulai membaik. Ia mulai berlatih fisik, seperti latihan lari dan bersepeda.



Seperti diketahui Portimao - MotoGP mengumumkan kembali ke Portugal. Sirkuit Autodromo Internacional do Algarve di Portimao, Portugal, akan menjadi seri penutup MotoGP musim 2020. Meski tak bisa ikut berebut gelar, ia mengaku ingin setidaknya menjalani satu balapan sebelum musim ini berakhir.

"Portimao akan menjadi seri penutup yang menarik. Aku harap bisa ada di sana, balapan dengan MotoGP, karena aku di sana di Moto2 pada 2012 lalu, aku ingat sirkuitnya dan sangat keren. Banyak turunan dan tanjakan, mengikuti layout tanah aslinya, sangat keren, dan menyenangkan bisa balapan di sana. Aku harap bisa balapan di sana untuk menyelesaikan balapan dengan cara yang baik," ujar Marquez.

Di sisi lain, sang adik Alex Marquez mencapai hasil positif dengan finis di posisi 7 di MotoGP Emilia Romagna. Rider berusia 24 tahun itu mengaku hasil tersebut bukan capaian aslinya sebab banyak pebalap yang terjatuh saat race dimulai.

"Sejujurnya itu bukan posisi sebenarnya, karena telah terjadi begitu banyak kecelakaan. Tapi kami masih memiliki kecepatan untuk finis di sepuluh besar," ungkap Alex seperti dikutip Corsedimoto.

"Saya bukan pebalap yang beradaptasi dengan cepat, seperti yang dilakukan orang lain. Tapi saya percaya pada kerja keras dan dengan cara ini semuanya mungkin," ungkap dia.

Lalu bagaimana tanggapan sang kakak? Apakah pebalap rookie sulit beradaptasi ketika masuk di kelas MotoGP apalagi menunggangi RC213V?

"Alex sedang dalam prosesnya, satu hal penting bagi rookie rookie adalah ketika mereka menjalani dua balapan berturut-turut di sirkuit yang sama.

"Semuanya terjadi dengan sangat cepat - terlalu cepat untuk pengendara pemula. Dan kami tidak memiliki tes, (misalnya) saat ini menjalani tes hanya satu hari di Misano dan saat musim normal, tim memiliki tes empat atau lima hari yang sangat membantu pengembangan," jelas Marc Marquez.



Simak Video "Marc Marquez Heboh Banget Saat Nonton Alex di Aragon"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com