Untuk itu, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali melanjutkan program pembinaan pebalap masa depannya dengan merekrut bibit-bibit pebalap muda melalui program Honda Racing School (HRS) tahap II tahun ini.
Pelaksanaan HRS tahap II tahun ini dipusatkan di Sirkuit Speed City Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali pada 26-29 Nopember 2012. Tahap pertama telah dilaksanakan di Sentul International Karting Circuit (SIKC) pada bulan Juli lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan pembinaan para calon pebalap ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pada pengembangan dunia balap di tanah air.
Program HRS tahap II tahun ini berhasil menjaring 10 siswa terpilih dengan usia di bawah 15 tahun dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Mereka disaring dari berbagai pengamatan yang dilakukan tim AHM terhadap event kejuaraan balap daerah maupun kejuaraan nasional dan event balap lokal.
Melalui HRS ini, AHM membina para pebalap muda usia tersebut. Setelah belajar dan berlatih di HRS mereka akan mendapat kesempatan tampil di event final one make race, Honda Racing Championship. Mereka bahkan mendapat kesempatan bertanding di ajang kejuaraan nasional Motorprix maupun Indoprix jika ada tim Honda yang tertarik dan merekrutnya.
βJika prestasinya di tim Honda terus meningkat, kami akan dorong agar dapat bertanding ke ajang balap international. Jadi pembinaan yang kami lakukan sifatnya bertahap dan berkelanjutan sehingga bukan sekadar berpartisipasi di dunia balap saja,β ujar Indraputra dalam keterangan resminya.
Manager Safety Riding and Motor Sports Department AHM Anggono Iriawan menyatakan pihaknya sudah menyiapkan kurikulum khusus untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan balap siswa HRS.
Implementasi kurikulum ini akan dilakukan dibawah bimbingan dua pelatih yang sudah dipilih AHM yaitu Wawan Hermawan dan Putu Roy Nugraha. Keduanya merupakan pebalap berpengalaman dengan jam terbang yang tinggi bertanding di berbagai sirkuit, baik yang permanen dalam negeri maupun luar negeri, atau juga lintasan non permanen.
βPrinsipnya skill mereka akan diasah. Skill cornering, braking, racing line, overtaking dan hal-hal lain yang berguna akan kami ajarkan. Mereka juga harus mampu menaklukkan beragam sirkuit karena seri kejurnas dilakukan di sirkuit permanen dan non permanen,β katanya.
Anggono menambahkan pemilihan sirkuit Speed City GWK Bali ini karena sikuit ini memiliki dua karakter sirkuit, permanen maupun non permanen. Selain dilengkapi dengan speed corner yang butuh pengasahan skill rolling speed, juga terdapat tikungan yang harus ditaklukkan dengan hard-braking yang jadi ciri khas sirkuit non permanen di Indonesia.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta