Volkswagen Group tengah menjalankan restrukturisasi besar-besaran dengan rencana memangkas 50.000 pekerjaan dan mengurangi jajaran model hingga 50%. Langkah efisiensi tersebut ternyata bisa berdampak ke anak-anak perusahaannya, termasuk Ducati yang kemungkinan berpotensi dijual.
Mengutip Carscoops, Volkswagen sebelumnya menyebut sekitar sepertiga dari 'aktivitas non-strategis' mereka akan 'dilepas' atau 'diselaraskan kembali'. Fokus perusahaan diarahkan pada bisnis yang memberikan kontribusi strategis dan finansial yang jelas terhadap bisnis inti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bloomberg, Ducati menjadi salah satu bisnis yang berpotensi dilepas. CEO Audi Gernot Döllner juga mengonfirmasi bahwa merek asal Italia tersebut masuk dalam proses evaluasi.
Döllner mengatakan mereka perlu membicarakan Ducati sebagai bagian proses evaluasi. Namun, ia menegaskan, sejauh ini belum ada keputusan yang diambil perusahaan.
Ducati sendiri telah menjadi bagian dari Volkswagen Group sejak 2012. Sepanjang tahun lalu, Ducati mengirimkan 50.895 sepeda motor secara global, turun 7% dibanding periode sebelumnya. Multistrada menjadi model terlaris dengan 13.873 unit, disusul Panigale sebanyak 10.606 unit dan Scrambler 5.814 unit.
Bloomberg memperkirakan nilai Ducati bisa mencapai €1,25 miliar (Rp 25,5 triliun). Angka tersebut cukup besar jika dibandingkan laba operasional Ducati yang hanya €52 juta (Rp 1,06 triliun) pada tahun lalu.
Laba operasional tersebut turun 42,8%. Ducati menyebut pelemahan nilai tukar dan tarif yang diterapkan pemerintahan AS Donald Trump menjadi salah satu penyebabnya.
Di samping itu, anak perusahaan Volkswagen lainnya, Audi, masih mempertimbangkan memindahkan sebagian produksi SUV ke Amerika Serikat. Produksi bisa dilakukan di pabrik Scout di South Carolina atau fasilitas Volkswagen di Tennessee.
Döllner menyebut Audi perlu mempertimbangkan memproduksi setidaknya beberapa SUV di Amerika Serikat untuk menghadapi tekanan tarif.










































