Ini Mobil LCGC yang Tembus Rp 200 Juta

Ini Mobil LCGC yang Tembus Rp 200 Juta

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 09 Sep 2026 15:03 WIB
Toyota New Agya Stylix with GR Aeropackage
Agya Stylix Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta -

Mobil low cost green car (LCGC) perlahan harganya sudah naik. Bahkan ada yang tembus Rp 200 juta!

Mobil LCGC yang tembus Rp 200 juta adalah varian tertinggi. Toyota dan Honda jadi dua merek yang menjual LCGC teratas Rp 200 juta.

Berdasarkan pantauan dari website resmi masing-masing pabrikan, Brio Satya termahal dijual Rp 206,7 juta. Sementara tipe terbawah dijual dari Rp 170,4 juta hingga Rp 185,5 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merek lain, Toyota menjual Agya dengan tambahan nama Stylix. Harganya tembus Rp 201,7 juta. Sementara itu, Toyota Agya termurah atau tipe E saat ini dibanderol Rp 174,3 juta, varian G dijual mulai Rp 182 juta - Rp 198,2 juta.

ADVERTISEMENT

Daihatsu menjual mobil LCGC paling murah, yakni Ayla mulai dari Rp 141,2 juta. Sementara tipe termahalnya Rp 191,2 juta.

Mobil LCGC lain yang masih dibanderol di bawah Rp 200 juta ialah Daihatsu Sigra dan Toyota Calya.

Sigra dijual mulai Rp 144,2 juta hingga Rp 186 juta. Sementara itu, Calya dibanderol Rp 170,7 juta hingga 193,7 juta.

LCGC sudah ada di Indonesia sejak tahun 2013. Program LCGC sengaja dibuat pemerintah karena ditujukan bagi mereka yang ingin memiliki mobil namun kemampuan uangnya terbatas. Adapun syaratnya dari kapasitas mesin mobil di kisaran 980-1.200cc dengan konsumsi BBM minimal 20 km/liter.

Dulu LCGC mendapat keistimewaan karena bebas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Berkat kehadiran LCGC, penjualan mobil di Indonesia bisa tembus di atas 1 juta unit. Torehan tertinggi yang belum pernah pecah rekor lagi pada tahun 2013, angkanya mencapai 1.229.811 unit.

Selain inflasi, harga mobil LCGC juga dipengaruhi oleh instrumen pajak. Tahun ini LCGC tetap masuk barang yang masuk kategori Pajak Pertambahan Nilai (PPN), selain itu LCGC juga tidak lagi bebas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM).

Di sisi lain, pasar mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) menyusut 18,4 persen dalam rapor semester pertama 2026.

Merujuk data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan LCGC secara nasional membukukan angka 55.506 unit. Angka ini merosot hingga 18,4 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat penjualannya masih menembus 68.038 unit.

Penyusutan ini bukanlah fenomena sesaat. Jika ditarik garis lurus dalam tiga tahun ke belakang, pasar mobil LCGC di Indonesia tampak terus layu. Dimulai 2023, segmen ini masih tampil perkasa dengan total distribusi mencapai 204.705 unit. Namun, setahun berikutnya pada 2024, angka tersebut terkikis menjadi 176.766 unit, dan kembali merosot drastis ke angka 122.686 unit pada penutupan tahun 2025.



(riar/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads