Nilai tukar rupiah terhadap dolar belum sepenuhnya pulih. Bahkan, angkanya masih mendekati Rp 18 ribu/US$ 1. Lantas, apakah situasi tersebut akan mempengaruhi harga motor Honda di Indonesia?
Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi mengatakan, di tengah situasi tak menentu seperti sekarang, perubahan harga sangat mungkin terjadi. Namun, sebelum keputusan diambil, pihaknya pasti akan melakukan studi dan pertimbangan yang matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya pasti situasi sekarang nggak mudah untuk semua," ujar Octavianus Dwi saat ditemui di Cikarang, Jawa Barat.
"Kami mencermati begini, bagi AHM kita utamakan konsumen dulu. Sehingga kalaupun ada kenaikan, kami berhitung supaya tetap memberikan ruang gerak untuk konsumen biar tak memberatkan," tambahnya.
Honda BeAT terbaru Foto: Dok. Ridwan Arifin |
Octa tak menampik, harga bahan baku dan pengiriman barang belakangan mengalami kenaikan. Belum lagi, kata dia, faktor-faktor nonteknis lain. Hal tersebut, tentu saja, bisa berdampak ke nilai jual kendaraan di Indonesia.
"Karena apa pun tadi betul, material cost mesti di-consider, logistic cost juga harus di-consider, termasuk hal lain yang kita harus lihat dan cermati," tuturnya.
Ketika ditanya apakah akan naik dalam waktu dekat, Octa tak menjawabnya dengan tegas. Dia hanya memastikan, kalaupun ada kenaikan, tidak langsung serempak.
"Nah nanti dilihat, kita akan sesuaikan, lihat case by case, model by model. Kita nggak lihat totally langsung serempak," kata dia.
Sebagai catatan, saat ini, Honda BeAT masih menjadi produk termurah yang dipasarkan AHM di Indonesia. Skuter matik (skutik) mungil tersebut dibanderol mulai Rp 19 jutaan dengan status on the road Jakarta.
Meski menjadi produk paling terjangkau, namun harga BeAT terus mengalami kenaikan sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, bukan mustahil, dalam beberapa waktu ke depan, banderolnya tembus Rp 20 juta.
(sfn/rgr)













































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya