ADVERTISEMENT

Kalau Jadi Berlaku, Ini Daftar Model Motor yang Terancam Dilarang Beli Pertalite

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 06 Sep 2022 10:34 WIB
Test Drive Yamaha Tmax
Ilustrasi motor yang terancam tidak boleh beli Pertalite (Foto: Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar subsidi resmi naik. Di sisi lain bakal terbit aturan pembatasan penggunaan Pertalite untuk mobil dan sepeda motor.

Badan Pengatur Hilir Minyak (BPH Migas) sudah mempersempit jenis kendaraan yang boleh isi Pertalite. Adapun kriteria pembatasan Pertalite untuk sepeda motor rencananya hanya untuk maksimal 250 cc. Sedangkan mobil di bawah 1.400 cc.

Aturan ini menunggu terbitnya revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk juga petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan.

"Saat ini posisinya sudah di Kemenko, untuk draft terakhir pembahasannya kendaraan mobil yang boleh mengisi Pertalite hanya sampai dengan 1.400 cc dan motor hanya sampai dengan 250 cc, cc di atasnya tidak diperbolehkan mengisi Pertalite," ujar sumber kepada CNBC Indonesia.

Model motor yang terancam dilarang beli Pertalite

Jika peraturan pembatasan ini resmi berlaku maka motor-motor skutik 110, 125, hingga skutik bongsor 150 cc masih diperbolehkan beli Pertalite. Sebab kapasitasnya di bawah 250 cc.

Bagaimana dengan skutik bongsor 250 cc? kapasitas mesin Honda Forza tanpa pembulatan 249 cc. Jika mengikuti aturan maksimal 250 cc maka Forza masih bisa membeli Pertalite.

Pun demikian dengan Yamaha Xmax, meski tidak disebutkan jumlah cc dalam websitenya tapi diinformasikan bahwa Xmax punya ukuran diameter (bore) 70,0 mm dan langkah (stroke) 64,9 mm. Lewat rumus (π/4) x Bore x Bore x Stroke x number of cylinders maka kapasitas mesin Xmax juga 249,6 cc.

Untuk motor lain, khususnya sport tidak lebih dari 250 cc ialah Honda CBR250RR (249,7 cc), Honda CRF 250 Rally (249,6 cc), Yamaha R25 (249,2 cc), Yamaha MT-25, Suzuki Gixxere SF 250 (249 cc), Ninja Z250, Kawasaki Ninja ZX-25R (249,8), Kawasaki Z250 dan Ninja 250 (249 cc).

Meski demikian motor di atas rata-rata memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi sehingga tidak cocok jika menggunakan BBM jenis Pertalite.

Jika melihat motor dengan kapasitas di atas 250 cc yang dijual di Indonesia saat ini berarti masuk dalam kategori motor gede.

Motor-motor yang dilarang mulai dari Royal Enfield dengan kapasitas 350 cc. Ada model Classic 350, Meteor, Interceptor, Continental GT, dan Himalayan.

Motor gede Harley Davidson sudah pasti menggunakan mesin di atas 250 cc. Motor Amerika Serikat ini juga tak bisa lagi membeli bensin Pertalite.

Brand Eropa yang ikut meramaikan khasanah motor gede mulai dari Aprilia dan Triumph. Rata-rata merek tersebut menjual motor dengan kapasitas mesin besar.

Adapun satu model Aprilia yang bisa mengisi bensin Pertalite ialah Aprilia SR-GT 200 sebab kapasitas mesinnya tidak sampai 200 cc.

Merek lain, dengan lini moge Yamaha, mulai dari skutik TMAX hingga motor naked sport MT-9 dan MT-7. Untuk Honda terdapat model, di antaranya CB650R, CBR600R, CBR1000RR-R, Africa Twin, CB500X, X-ADV hingga Gold Wing.



Simak Video "Ternyata Segini Harga Asli Pertalite Tanpa Subsidi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT