ADVERTISEMENT

Harga Pertalite dan Pertamax Naik, Showroom Motor Listrik Ini Diserbu Pembeli

Tim detikcom - detikOto
Senin, 05 Sep 2022 13:49 WIB
PT Tangkas Uwinfly
Sepeda motor listrik Tangkas klaim diserbu pembeli usai harga Pertalite dan Pertamax naik.Foto: PT Tangkas
Jakarta -

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) subsidi jenis Pertalite dan Solar, juga BBM non subsidi seperti Pertamax. Naiknya harga bahan bakar membuat masyarakat mencari alternatif kendaraan ramah lingkungan. Salah satu merek motor listrik di Indonesia mengklaim dealernya diserbu calon pembeli yang mau beralih dari sepeda motor konvensional ke sepeda motor listrik full baterai.

Founder dan CEO PT Tangkas, Agung Pamungkas, mengklaim bahwa belasan showroom atau dealer motor listrik Tangkas per Sabtu (3/9/2022) diserbu pembeli. Hal itu dipicu kenaikan harga BBM yang bikin biaya operasional sepeda motor konvensional membengkak.

"Kenaikan harga BBM ini membawa berkah bagi kami. Apalagi kenaikan harga BBM ini dibarengi dengan kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu," kata pria yang akrab disapa Don Papank, dalam keterangan resminya.

PT Tangkas UwinflyPT Tangkas Uwinfly Foto: PT Tangkas

Don Papank menyebut sudah seharusnya masyarakat beralih ke motor listrik. Hal ini mengingat beban subsidi BBM yang kini sudah di angka Rp 502 triliun.

"Dengan semakin tingginya pemakaian motor listrik di Indonesia maka itu adalah mengurangi beban negara," sambung Don Papank.

Dengan demikian, kata Don Papank, motor listrik Tangkas menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat untuk mengurangi beban negara apalagi motor listrik ramah lingkungan.

Terakhir, Don Papank mengatakan PT Tangkas membuka franchise bagi pengusaha di seluruh Tanah Air yang ingin bergabung menjadi mitra atau partner.

"Bagi teman-teman atau pengusaha di Tanah Air yang ingin bergabung menjadi mitra atau partner bisa menghubungi website www.tangkasmotor.co.id," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi (Joko Widodo) telah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite, yang naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian harga Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. BBM non subsidi Pertamax juga ikut naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Kenaikan harga bensin dan solar ini mempertimbangkan naiknya harga minyak dunia, serta kenaikan subsidi energi yang terus meningkat. Kenaikan BBM tersebut berlaku sejak 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.



Simak Video "Instruksi Jokowi ke Pemda Hadapi Kenaikan Harga BBM "
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT