Cerita Penggemar RX King di Sumedang, Dari Motor Warisan sampai Seni Knalpot

Nur Azis - detikOto
Minggu, 07 Nov 2021 15:42 WIB
Yamaha RX King Sumedang (YRKS) merupakan salah satu wadah bagi penggemar motor RX King di Sumedang.
Yamaha RX King Sumedang (YRKS) merupakan salah satu wadah bagi penggemar motor RX King di Sumedang. Foto: Nur Aziz/detikcom.
Sumedang -

Beragam julukan seperti Si Raja Jalanan, Motor Jambret, Misteri Jok Belakang kerap disematkan kepada motor Yamaha RX King. Kendati demikian, motor ini memiliki penggemar yang tidak sedikit.

Generasi pertama motor pabrikan Yamaha ini lahir tahun 1977. Ada 10 generasi motor Yamaha RX hingga menjadi RX King.

Namun sayang, kini motor RX King sudah tidak diproduksi lagi setelah pada tahun 2008 Yamaha menghentikan produksi motor tersebut.

Maka tidak heran jika kisah dari para penggemarnya pun menarik untuk disimak. Seperti penggemar motor RX King satu ini, Ariz (18), Warga Desa Truna Manggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Motor RX King Tahun 1990 yang dimilikinya merupakan warisan turun-temurun dari kakeknya bernama Dahlan, yang meninggal tahun 2005.

"Motor ini warisan dari kakek saya, makanya berharga bagi saya," ujar Ariz beberapa waktu lalu sambil menunjukan motornya yang kini sudah terlihat kinclong dan rapi.

Ia ketiban untung mendapatkan warisan motor RX King lantaran ia merupakan cucu laki-laki satu-satunya.

"Kenapa pada akhirnya jatuh ke tangan saya, karena saya cucu laki-laki satu-satunya," kata Ariz yang merupakan putra dari pasangan Atep (39) dan Lina (33) ini.

Yamaha RX King Sumedang (YRKS) merupakan salah satu wadah bagi penggemar motor RX King di Sumedang.Yamaha RX King Foto: Nur Aziz/detikcom

Sebelumnya, motor RX King miliknya kerap dipakai untuk ngojek baik oleh kakeknya ataupun ayahnya. Hingga pada akhirnya, ia menjadi pemilik sah motor tersebut.

"Jadi dari kakek, terus ke bapak saya dulu karena waktu itu saya masih kecil, dulunya suka dipakai buat ngojek," katanya.

Setelah jatuh ke tangannya, motornya pun kini terlihat lebih gagah dan bergaya anak muda. Motor tersebut ia restorasi kembali dengan memperbaiki di beberapa bagiannya.

"Saya restorasi lagi 2 tahun ke belakang atau tahun 2018-an," ucapnya.

Motor RX baginya memiliki keunikan tersendiri dibanding motor lainnya. Terutama pada tarikan gasnya yang terasa ringan.

"Kalau nge-gas itu bisa diblayer-blayer," ujarnya sambil tertawa.

Penggemar RX king lainnya, Rai (20), Warga Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara. Kecintaannya pada motor RX King dimulai sejak tahun 2014 saat ia masih duduk di bangku sekolah STM. Menurutnya, motor RX King memiliki keunikanya tersendiri terutama pada bagian knalpot.

"Seni suara knalpotnya yang berbeda dari yang lain, biarpun sama motornya RX King tapi suaranya pasti beda-beda," ujar pemilik RX King 2002 ini.

Motor RX King, kata dia, jika sudah dimodifikasi pada bagian mesinnya maka kecepatannya bisa kencang. "Kecepatan, makanya disebut Si Raja Jalanan," terangnya.

Karena memiliki keunikannya tersendiri dan sudah langka, maka tidak heran jika harga motor RX King masih cukup tinggi di pasaran.

"Untuk di Sumedang sendiri harga RX King rata-rata kisaran Rp 15 jutaan, itu original dan lengkap, kalau masih mulus bisa sampai lebih dari Rp 20 juta," paparnya.

Ariz dan Rai tergabung di Komunitas Yamaha RX King Sumedang (YRKS) yang berdiri pada tahun 2008. Anggotanya kini berjumlah 140 orang. Selain kegiatan nongkrong bareng dan touring, komunitas ini pun suka menggelar kegiatan bakti sosial.

"Alhamdulillah dengan adanya komunitas bisa saling tukar informasi dan menambah pertemanan dan persaudaraan," ujar Rai.



Simak Video "Anti Ngebul! Ini Wujud Yamaha RX-King yang Disulap Jadi Motor Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/rgr)