Marak Razia Knalpot Bising, Komunitas RX King: Kami Bising dari Lahir

Syahdan Alamsyah - detikOto
Rabu, 09 Jun 2021 18:05 WIB
Komunitas Barudak Rider Otomotif King
Komentar komunitas RX King soal razia knalpot bising (Barudak Rider Otomotif King)
Jakarta -

Razia terhadap penggunaan knalpot bising makin banyak dilakukan pihak kepolisian di berbagai daerah. Lalu bagaimana nasib pemilik motor yang kendaraannya sudah bising dari lahir? Misalnya Yamaha RX King.

Salah satu motor yang dikenal punya knalpot bising adalah RX King. Meski Yamaha tak lagi memproduksi motor tersebut, wujudnya masih kerap ditemui di jalanan.

Bahkan ada komunitas motor Yamaha RX King di berbagai daerah. Lalu apa tanggapan komunitas pencinta dan pemilik RX King terhadap aturan yang ada dan maraknya razia knalpot?

Edri Kurniawan, akrab disapa Adot, anggota club Barudak Rider Otomotif King (Burok) yang juga wakil paguyuban Raja Jalur Sukabumi (RJS) mengatakan aturan itu dilematis karena motor RX King menurutnya sejak lahir sudah bising.

"Komunitas kami jutaan jumlahnya solusinya bagaimana. Dari lahirnya pun (RX King) sudah semi bising. Tidak seperti motor 4 tak, motor 2 tak dari pabrikannya sudah bising, sudah bising dari lahir. Kalau memang benar aturan itu diterapkan ada enggak solusinya khusus buat anak-anak 2 tak. Kan ada (Kawasaki) Ninja, (Suzuki) Satria begitukan. Solusinya seperti apa," tutur Adot kepada detikcom, Senin (7/6/2021).

Menurut Adot, saat ini keanggotaan paguyuban RJS mencapai 800 sampai 1.000 orang. Dalam wadah tersebut tergabung dalam 28 klub yang terdiri mulai dari kawasan Lido perbatasan Bogor hingga ke wolayah Pajampangan. Itu belum termasuk anggota dari luar.

Komunitas Barudak Rider Otomotif KingKomunitas Barudak Rider Otomotif King Foto: Barudak Rider Otomotif King

"Kami akui RX King itu identik dengan bising, hal itu sudah melekat sampai ada istilah 'teu gandeng' (tidak berisik) bukan RX King, seperti sudah menjadi ciri khas yang turun temurun di komunitas," ujar Adot.

Fungsi dari komunitas ditegaskan Adot adalah untuk memberikan rambu kepada anggotanya bagaimana berperilaku di jalanan. Kapan saat melakukan Blayer untuk Salam Raja, hingga bagaimana ketika melintasi jalan padat pemukiman.

"Dari ketua masing-masing club itu dipastikan selalu ada imbauan, ketika ride bareng atau acara tertentu. Paling ditegaskan itu masalah Blayeran, atau yang biasa dikatakan salam raja itu (memacu gas kencang untuk membunyikan knalpot). Budaya barudak RX King kalau tidak ada blayer rasanya gimana kayak ada yang kurang. Namun disisi lain budaya tersebut mulai dihilangkan, RX King semakin menggenu gebu, anak milenial sekarang banyak yang ingin memiliki. Bisa dikatakan antuasiasnya besar memiliki RX King," beber Adot.

"Intinya ketika masuk komunitas ada arahan, bukan yang pumya motor bawa motor seenaknya dewek, blayer-blayer enggak tahu situasi. Kalau masuk komunitas ada aturan, kami sadar diri. Hobby kita ke motor RX King dan motor RX King bising, bagaimana mengurangi perkataan yang diarahkan ke komunitas kami, misalkan bising amat, kalau masuk komunitas ada aturan, misalkan masuk gang atau gimana sih ada aturannya sendiri," sambungnya.

Komunitas Barudak Rider Otomotif KingKomunitas Barudak Rider Otomotif King Foto: Barudak Rider Otomotif King

Bobok Knalpot Biar Bising

Soal knalpot, Adot tidak membantah ada yang memang penghobi motor RX King melakukan perombakan pada knalpot agar lebih nyaring. Biasanya selain mendatangi bengkel dan melakukan bobokan, membelek knalpot.

"Ada yang membobok sendiri dengan mendatangi bengkel, masalah harga relatif enggak semua sama ngebelek itu ada yang hanya Rp 100 ribu. Kalau untuk sekarang sudah ada terima jadi, harganya bisa sampai Rp 800 ribu sampai Rp 850 ribu," ucapnya.

Apakah bobokan merusak mesin? Adot mengatakan asal sesuai prosedur maka tidak akan merusak, bahkan menambah performa pacu sang raja.

"Justru menambah power mesin, kinerja mesin trrsebhbut ada perubahan. Kalau bawaan pabrik diganti knalpot bobokan ada perubahan dan ada banyak jenisnya enggak semua knalpot bobokan itu melengking ke telinga ada yang kencang tapi enak didengar. Menurut pecintanya, ada yang memang dibikin pedas teng teng teng juga ada, artian enggak ada bassnya," ungkap dia.

Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara

Beragam aksi positif dilakikan pecinta RX King, kegiatan sosual hingga sumbangan ke lokasi bencana kerap dilakukan Adot bersama komunitasnya.

"Utamanya selain menjalin silaturahmi sesama komunitas, kami juga banyak melakukan santunan, sumbangan kepada korban bencana ya seperti itu. Karena RJS ini dibentuk untuk menghilangkan stigma negatif yang menyebut anak berandalan, motor jambret dan lain-lain. Di RJS ini membuktikan bahwa kita itu tidak seperti yang banyak disangkakan," tutur Adot.

Sepanjang menunggangi RX King, Adot mengaku tidak pernah berurusan dengan pihak berwajib. Adanya komunitas justru memotivasi anggotanya untuk taat aturan di jalanan. Makanya ia berharap aturan soal knalpot bising bisa disertai solusi bagi komunitas mereka.

"Karena kami ini sudah pernah menjadi duta pelopor keselamatan berkendara. Yang tadi saya bicarakan kalau aturan diterapkan tolong cari solusinya terutama ke motor 2 tak terutama ke komunitas kami. Apakah ada solusinya kita siap mengikuti, hanya solusinya bagaimana," pungkas dia.



Simak Video "Knalpot Bising Dirazia, Produsen Knalpot di Jabar Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(din/lth)