Kamis, 10 Sep 2020 10:05 WIB

Kantor Terapkan WFH Lagi, Ojol Bisa Kehilangan Pendapatan Hingga 80%

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pemprov DKI Jakarta mengizinkan ojek online kembali mengangkut penumpang. Meski demikian, para driver ojol mengaku masih sedikit waswas tertular Corona. Ojek online. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat. Kegiatan perkantoran bakal menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Pembatasan aktivitas di Jakarta untuk menekan penularan virus Corona (COVID-19) itu sempat dilakukan saat awal-awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Saat itu, ojek online (ojol) sebagai pekerja informal menjadi salah satu sektor yang terdampak.

Menurut Igun Wicaksono, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) yang menjadi asosiasi ojek online mengatakan, driver ojek online sempat tersenyum ketika dibolehkan kembali mengangkut penumpang saat PSBB transisi.

"Saat PSBB transisi, udah ada kenaikan (pendapatan) 50-60%, walaupun belum stabil dan belum normal. Karena memang penumpang kita banyak anak sekolah, pelajar/mahasiswa mereka kan masih melakukan kegiatan di rumah," kata Igun kepada detikcom, Kamis (10/9/2020).

Sekarang, saat PSBB ketat untuk kedua kalinya, kegiatan perkantoran akan dikerjakan di rumah. Hal itu pasti akan mempengaruhi pendapatan ojek online seperti PSBB pertama dilakukan.

"Pendapatan kita bisa diperkirakan akan anjlok lagi 70-80%, hanya tinggal 20-30% dari normalnya. Ini yang perlu kami juga meminta adanya program-program bantuan kembali bagi para pengemudi ojek online, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat," ujar Igun.

Igun menegaskan, driver ojol mengerti akan keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk memberlakukan PSBB secara ketat lagi. Keputusan ini diambil untuk menekan penularan virus Corona di Jakarta.

"Teman-teman ojek online harus siap dengan kondisi terburuk maupun terbaik. Ini kebijakan diambil untuk menekan angka positif COVID-19. Kita maklumilah kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI ini untuk kebaikan bersama," sebut Igun.



Simak Video "221 Pelanggar di Hari Pertama PSBB Ketat DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com