Rabu, 26 Sep 2018 16:42 WIB

Ini Penyebab Motor Injeksi Suka Brebet

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi sistem Injeksi dan karburator Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Meskipun sudah mengaspal di Indonesia sejak tahun 2005 lalu, masih ada yang beranggapan jika motor injeksi lebih susah dari segi perawatan. Soalnya, motor injeksi menggunakan banyak sensor dan perangkat elektronik yang kompleks, sehingga dinilai perlu keahlian dan alat khusus untuk menanganinya.



Benarkah anggapan tersebut? Menurut Muhammad Misbah dari Bike Corner, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, perawatan motor injeksi bukan selalu bicara servis mesinnya, melainkan juga bagaimana cara biker dalam menggunakan dan memperlakukan motornya.

"Kalau orang awam itu kan biasanya cuma bisa pakai, mas. Dan nggak terlalu peduli sama motornya. Sampai motor itu rusak baru dibawa ke bengkel," ujar Misbah kepada detikOto (25/9/2018).

Menurut Misbah, ada beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan pemotor awam. "Kadang bensinnya habis, motor masih terus dipakai. Padahal itu bahaya, kotoran yang mengendap bisa masuk ke fuel pump dan menyumbatnya. Akhirnya motor jadi brebet," terang Misbah.



Selain itu, penggunaan bahan bakar bertimbal pun bisa jadi biang keladi rusaknya mesin injeksi. "Motor injeksi sebaiknya jangan dikasih premium, karena bensin premium biasanya meninggalkan kotoran/karbon di tangki dan ruang pembakaran," lanjutnya lagi.

Tidak hanya perlu memperhatikan cara penggunaan dan cara memperlakukan, motor injeksi juga perlu 'digurah' sesekali.

"Misal untuk membersihkan ruang bakar, tinggal tuang cairan carbon cleaner ke tangki bensin setiap 3.000 km sekali, atau menggunakan cairan pembersih yang langsung dimasukkan ke injektor setiap 10.000 km sekali. Kedua cara itu bisa bikin tarikan mesin bisa jadi kembali enak lagi," pungkas Misbah. (lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com