Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 20 Juli 2017, 18:57 WIB

Tipikal Pengendara Motor Seperti Ini yang Biasanya Nyusahin di Jalanan

Ruly Kurniawan - detikOto
Tipikal Pengendara Motor Seperti Ini yang Biasanya Nyusahin di Jalanan Dyan Dilato (depan) memimpin pelatihan safety riding di Sirkuit Sentul. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Dewasa ini, sering kali kita temukan para pengendara motor yang tidak ramah. Mereka merasa yang paling jagoan di jalanan.

"Masih banyak banget pengendara tuh yang berpikir bahwa skill adalah segalanya dan mereka beranggapan bahwa udah paling mahir. Yah pada akhirnya malah nyusahin orang lain," ungkap Ketua Komisi Safety Riding Sepeda Motor dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Dyan Dilato.

Ia menekankan selain selalu menggunakan perlengkapan motor dengan lengkap seperti helm dan jaket yang benar, hal yang paling utama dalam mengendarai kendaraan bermotor ialah pola pikir sebagai pengendara dan disertai oleh teknik. "Naik motor itu 20% teknik, sisanya, 80% adalah pola pikir. Sehingga tercipta safety riding," ujar Dyan kepada wartawan.

Menurutnya, untuk menciptakan pola pikir pengendara yang baik pengendara harus memiliki pikiran positif dalam berkendara."Kita harus percaya bahwa apapun yg terjadi adalah tanggung jawab sendiri. Jangan menyalahkan hal lain," ujarnya.

Selain itu, tidak sombong dan cepat panas di jalanan yang nantinya akan menyusahkan orang lain adalah hal yang patut diperhatikan juga. "Ngebut naik motor itu boleh, asal di tempatnya. Tapi kalau kebut-kebutan, apalagi di jalan raya, nah itu yang ga boleh. Karena korbannya bukan cuma pengendaranya, tapi juga orang lain," ucap Dyan.

Setelah itu, memiliki kemampuan bermotor dengan efisien dan efektif adalah kemampuan dasar berkendara yang patut disorot. "Sering orang kecelakaan itu karena capek naik motor, apalagi macet-macetan di jalan. Makanya kita sebagai pengendara harus efektif. Jangan ngerem langsung full atau mendadak, itu yang buat kita cepet capek," tangkasnya.

"Kalau bawa motor, tangan jangan direm karena itu buat tangan kita lelah. Kecuali kalau ragu di jalan karena ada blindspot, buat jaga-jaga," ujar Dyan.

Ia juga menambahkan, agar lebih efisien saat melakukan pengereman, harap menekan di ujung pedalnya karena lebih ringan dibanding pangkal pedal remnya.

Selain itu, agar bensin motor tidak cepat habis ia juga menyarankan agar jangan melakukan tindakan langsung ngegas (full thrutle) saat akselerasi awal.

Memutar gas yang stabil juga dapat menghemat bensin. "Saat berbelok, khususnya untuk motor sport, jangan sekali-kali menutup gas. Tetap saja buka gasnya tapi saat berbelok dilepas perlahan lalu digas kembali," ujarnya.

Terakhir, ia juga menyampaikan trik untuk membangunkan motor setelah terjatuh. "Kalau motor anda berat atau bobotnya lebih besar dari badan anda, jangan angkat motor dari bagian tubuh depan. Tapi posisi kan tubuh menghadap belakang motor, baru angkat. Motor akan jauh lebih ringan dan gak menghabiskan banyak tenaga juga," ujarnya.

"Mengetahui materi memang penting, tapi tidak cukup. Harus dipraktikkan," tutupnya (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
FJB Otomotif +