Baru-baru ini ada kasus pemotor yang matanya terkena bara api dari perokok yang sedang naik motor di depannya. Jusri Pulubuhu, Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menegaskan, selain membahayakan orang lain akibat bara apinya itu, merokok sambil naik motor juga bikin konsentrasi buyar.
"Yang paling penting bagi pengendara motor, ketika naik motor itu adalah full time job, pekerjaan utamanya dia. Jadi ketika naik motor itu harus fokus naik motor, bukan merokok, bukan dengerin musik dan lain-lain. Karena naik motor adalah aktivitas yang paling bahaya dan aktivtas multitasking yang paling banyak. Di saat yang sama matanya memperhatikan seribu macam objek dan otaknya juga harus memilah-milah dalam waktu yang sama mana yang harus diprioritaskan, dan di saat yang sama juga anggota tubuhnya, semua melakukan pekerjaan," jelas Jusri saat berbincang dengan detikOto melalui sambungan telepon, Selasa (16/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau sudah tahu risikonya, jangan coba-coba. Kalau coba-coba yang melanggar itu ya stupid. Orang udah dikasih tahu risikonya kok," sindir Jusri.
Dia melanjutkan, kecelakaan itu bukan hanya soal apes dan keselamatan itu bukan soal keberuntungan. Menurutnya, ada yang harus diantisipasi untuk menghindari kecelakaan.
"Kalau merokok, itu berarti dia memperbesar peluang kecelakaan pada dirinya. Karena kurang konsentasi. Kurang konsentrasi karena kemungkinan kena abu rokoknya," ucap Jusri. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi