Yamaha: Bagaimana Disebut Kartel Jika Pasar Kami Turun Terus

Yamaha: Bagaimana Disebut Kartel Jika Pasar Kami Turun Terus

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 27 Jul 2016 16:09 WIB
Yamaha: Bagaimana Disebut Kartel Jika Pasar Kami Turun Terus
Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga adanya pengaturan harga skuter110-125 cc Honda dan Yamaha. Yamaha memberikan pembelaan.

"Bagaimana bisa kami melakukan kartel jika, market share kami terus menurun. Harusnya jika kami melakukan kartel kami harusnya memiliki market share yang stabil," kata Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti.

"Jika terjadi kartel tentu market share masing-masing akan terpelihara. Faktanya market share Yamaha terus menurun, dan Honda terus meningkat. Kategori motor skutik kelas 110-125 cc di Indonesia adalah merupakan kontribusi terbesar pasar motor Indonesia dan tentunya semua merek seperti Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, Piaggio, dan Viar, semua ingin merebut pasar terbesar ini, dan persaingan pasar menjadi sangat keras," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanjut Dyon untuk bisa menguasai segmen ini bnyak sekali yang harus dilakukan setiap pabrikan. Salah satunya dengan melakukan investasi besar.

"Fakta lain, terjadi persaingan inovasi yang keras dalam bentuk, pengusaan teknologi baru, peluncuran produk baru, jumlah varian line up produk dan varian fitur produk yang menentukan kekuatan sebuah produsen, ini yang menjadi kunci sukses untuk menguasai market," ujarnya.

"Selanjutnya kontribusi 110 cc itu mencapai 76 persen dari total skuter matik. Sehingga pasar ini sangat penting, memiliki kompetisi paling keras. Yamaha kehilangan besar market share dan volume. Sedangkan Honda menerus keluarkan karena banyak produk baru dan varian teknologi. Sedangkan kami baru beranjak naik setelah melahirkan produk baru pada 2012," tambahnya.

Sedangkan untuk pasar skuter 125 cc, Dyon juga membeberkan dirinya terus mengalami penurunan.

"Begitu juga untuk segmen 125 cc, persaingan sangat ketat. Kompetitor banyak produk baru, sehingga Yamaha kalah dan kehilangan share. Hingga pada 2014 Yamaha baru ada produk baru 125 cc," ucapnya.

(lth/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads