"Bagaimana bisa kami melakukan kartel jika, market share kami terus menurun. Harusnya jika kami melakukan kartel kami harusnya memiliki market share yang stabil," kata Executive Vice President & COO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti.
"Jika terjadi kartel tentu market share masing-masing akan terpelihara. Faktanya market share Yamaha terus menurun, dan Honda terus meningkat. Kategori motor skutik kelas 110-125 cc di Indonesia adalah merupakan kontribusi terbesar pasar motor Indonesia dan tentunya semua merek seperti Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, Piaggio, dan Viar, semua ingin merebut pasar terbesar ini, dan persaingan pasar menjadi sangat keras," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fakta lain, terjadi persaingan inovasi yang keras dalam bentuk, pengusaan teknologi baru, peluncuran produk baru, jumlah varian line up produk dan varian fitur produk yang menentukan kekuatan sebuah produsen, ini yang menjadi kunci sukses untuk menguasai market," ujarnya.
"Selanjutnya kontribusi 110 cc itu mencapai 76 persen dari total skuter matik. Sehingga pasar ini sangat penting, memiliki kompetisi paling keras. Yamaha kehilangan besar market share dan volume. Sedangkan Honda menerus keluarkan karena banyak produk baru dan varian teknologi. Sedangkan kami baru beranjak naik setelah melahirkan produk baru pada 2012," tambahnya.
Sedangkan untuk pasar skuter 125 cc, Dyon juga membeberkan dirinya terus mengalami penurunan.
"Begitu juga untuk segmen 125 cc, persaingan sangat ketat. Kompetitor banyak produk baru, sehingga Yamaha kalah dan kehilangan share. Hingga pada 2014 Yamaha baru ada produk baru 125 cc," ucapnya.
(lth/ddn)











































Komentar Terbanyak
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan