Namun, pelawak legendaris sekaligus sebagai salah satu biker kondang, Indro Warkop mengatakan, agar tidak lagi kesan negatif, hukum yang berlaku diharapkan benar-benar ditegakkan. Dengan begitu, bikers yang arogan pasti tidak akan ada lagi.
"Kita ini salah kaprah, sebenarnya intinya apa, hukum kurang ditegakkan.
Kemarin di Pangandaran ada yang tabrakan, kita dengar tidak ada penindakan di sana. Maka dari itu tegakkanlah hukum," tegas Indro saat ditemui di Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Si Indro misalnya ngelanggar, ya harus ditindak. Mau dia orang terkenal kek, dia artis kek, dia mau apa tetap hukum! Jangan pandang. Jadi tidak bakal ada gini gini lagi," ucapnya.
Intinya, hukum diberlakukan benar-benar adil. "Kita jarang dengar kalau orang kaya yang melakukan sesuatu ditindak. Jangan sampai tajam ke bawah, tumpul ke atas," katanya.
Klub motor seperti Brotherhood, sebut Indro, bisa dijadikan contohnya. Anggota klub itu tidak akan melanggar lalu lintas.
"Sebut saja Brotherhood, mana ada yang berani ngelanggar. Tapi adakah dari mereka yang benar-benar melangar lalu lintas sampai sekarang? Tidak ada. Karena ketika itu terjadi dan dilaporkan, dipecat dia, dan ditarik emblemnya," ucap Indro.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun