Padahal, menurut Asisten General Manager Yamaha Indonesia, Mohammad Masykur, pihaknya mematok jumlah produksi motor tersebut 2.000 unit. Jumlah itu dialokasikan untuk pasar ekspor 1.000 unit dan 1.000 unit lainnya untuk pasar domestik.
βTetapi ternyata permintaan konsumen lebih dari 2.000 unit. Akhirnya manajemen mengutamakan permintaan dalam negeri dulu,β paparnya saat berkunjung ke detikcom, Kamis (09/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masykur menyebut, saat ini permintaan dari pasar ekspor terhadap motor sport tersebut cukup tinggi. Manajemen Yamaha pun telah meresponnya. Bahkan, beberapa waktu lalu manajemen sudah melakukan studi ke beberapa negara Eropa untuk memastikan kesiapan jika ekspor dilakukan. βTetapi mana saja destinasi (tujuan) ekspor itu, saya belum bisa menyebutkan,β ujarnya.
Jika ekspor tersebut benar-benar sudah dilakukan, maka Yamaha akan menggenjot produksi. Salah satu cara jangka pendek yang bisa ditempuh adalah, dengan menambah jam kerja dan jumlah shift karyawan.
(arf/lth)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus