Serbuan mobil China ke Australia bikin Fiat terkena dampaknya. Penjualan Fiat seret, bulan lalu hanya menjual 13 unit.
Pabrikan asal Italia Fiat dikabarkan menyetop kegiatan impor mobilnya ke Australia. Berakhirnya kegiatan impor tersebut tak lepas dari persaingan ketat dari kehadiran mobil-mobil China. Dilansir News Australia, divisi mobil penumpang Fiat sudah tak lagi mengimpor hatchback listrik Fiat 500e dan Abarth 500e. Akibatnya, posisi Fiat di Negeri Kangguru makin terhimpit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, salah seorang juru bicara Stellantis yang menaungi merek Fiat mengatakan bahwa perusahaan belum menutup operasinya di Australia.
"Sebagai bagian dari perencanaan dan proses yang sedang berlangsung di Stellantis Australia, ketersediaan model tertentu dapat berubah seiring waktu, sembari mengevaluasi permintaan dari pasar sekaligus kesempatan di masa depan," ungkap dia.
"Kami masih fokus untuk membawa mobil sesuai dengan kebutuhan konsumen di Australia. Berdasarkan informasi terbaru dari Stellantis, Fiat merupakan salah satu merek utamanya, kami sangat antusias dengan peluang yang ditawarkan merek ini di masa depan," tambah dia lagi.
Sepanjang tahun ini, Fiat melaporkan hanya menjual 144 unit di Australia, termasuk hanya 13 unit pada bulan lalu. Angka itu bahkan lebih kecil dari Ferrari atau Lamborghini yang tercatat menghuni segmen lebih premium.
Fiat diketahui telah memangkas ribuan pekerjaan di Italia lantaran harus menghadapi persaingan ketat dari China yang menyajikan harga murah. Fiat mau tak mau ikut memangkas harga mobilnya agar tetap bisa bersaing.
Sebagai informasi, Fiat meluncurkan Abart 500e di Australia pada tahun 2024 seharga 64.000 AUD, namun harganya kini dipangkas 20.000 AUD demi menghabiskan stok tersisa.
Merek lain di bawah Stellantis juga menghadapi tantangan serupa. Alfa Romeo misalnya hanya berhasil menjual 139 unit di Australia, sementara Jeep 322 unit.
Di Australia, mobil China memang lagi jadi primadona. Beberapa merek mengalami kenaikan penjualan yang cukup signifikan. BYD misalnya mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 124 persen yang membuat posisinya dengan Toyota makin dekat. BYD bahkan hampir menyalip penjualan Toyota di Australia bulan lalu.
Selain BYD, Geely, Leapmotor, GWM, dan Chery juga mengalami kenaikan penjualan. Geely naik 494 persen, Leapmotor 151 persen, GWM naik 20,5 persen, dan Chery 76,8 persen.











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru