"Kalau ada masyarakat yang mantenan (kawinan), bisa nganter ke gedung tempat manten," seloroh Gunadi, guru pembimbing SMKN 2 Purwodadi ketika dihubungi detikOto, Senin (7/5/2012).
Mesin BeKot menggunakan mesin rakitan sendiri berkapasitas 100 cc. Gunadi mengklaim, motor ini diproduksi sendiri dan bukan merupakan sumbangan dari produsen motor besar. Hanya ban, pelek dan rem yang membeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mesinnya bukan dari Honda atau Yamaha. Mesin dinamakan Mandiri, di blok mesin ada tulisan Mandiri," ujarnya.
Meski begitu, Gunadi menjelaskan, motor ini belum bisa mundur sendiri, karena itu sekolahnya akan membeli gearbox dari satu produsen motor nasional.
BeKot diproduksi selama dua bulan dan masih merupakan protitipe menjelang pameran di Grobogan pada 11-15 Mei mendatang.
Gunadi pun meminta bantuan pihak pemerintah daerah untuk mendukung motor BeKot ini agar bisa diproduksi massal. "Apalagi saat ini becak motor yang ada di sini sering terjadi kecelakaan," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?