Dunia Beralih ke Mobil Listrik, Bos Toyota Ketakutan

Dunia Beralih ke Mobil Listrik, Bos Toyota Ketakutan

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 13 Jun 2026 16:16 WIB
Presiden Toyota, Akio Toyoda membuka pameran Tokyo Motor Show di Aomi Exhibition, Jepang.
Akio Toyoda. Foto: Toyota
Jakarta -

Bos Toyota, Akio Toyoda, kembali menyuarakan pandangannya soal masa depan industri otomotif. Di saat banyak pabrikan beralih ke mobil listrik murni (BEV), Toyoda justru khawatir seluruh kendaraan kelak hanya mengandalkan tenaga listrik.

Dalam wawancara dengan CarWow, Toyoda merasa seperti sendirian. Sebab, dia menjadi satu-satunya pihak yang ingin mempertahankan mesin pembakaran internal (ICE) di kendaraan massal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua orang beralih ke BEV, dan itu adalah ketakutan terbesar saya," ujar Toyoda, dikutip dari Carscoops, Sabtu (13/6).

"Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," tambahnya.

ADVERTISEMENT
Toyota GR SupraToyota GR Supra Foto: Jayson Fong/Toyota Global Newsroom

Toyoda menilai masih banyak penggemar otomotif, termasuk di dalam Toyota, yang berharap masa depan mobil tak hanya didominasi kendaraan listrik.
Bagi Toyoda, mobil bukan sekadar alat transportasi. Dia mendefinisikan mobil sebagai 'mainan' dan ingin membuat kendaraan yang benar-benar ingin dia simpan di garasi rumahnya.

"Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ungkapnya.

Meski demikian, Toyota tetap mengembangkan berbagai teknologi ramah lingkungan. Selain mobil listrik, pabrikan Jepang tersebut juga menggarap kendaraan berbahan bakar hidrogen, fuel cell, hingga mesin pembakaran yang menggunakan hidrogen.

Di sisi lain, Toyota juga terus mempertahankan lini mobil performanya. Laporan terbaru menyebut generasi terbaru GR Yaris akan hadir dengan teknologi hybrid bertenaga besar. Selain itu, Toyota juga menyiapkan sejumlah mobil sport baru seperti MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo.

Pernyataan Toyoda menunjukkan perdebatan soal masa depan otomotif masih jauh dari selesai. Di tengah tren elektrifikasi global, Toyota tampaknya tetap ingin memberikan ruang bagi mesin konvensional dan para pecinta mobil yang belum siap sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.



(sfn/dry)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads