Absen di Daftar Mobil Terlaris Mei 2026, Penjualan BYD Cuma Segini

Absen di Daftar Mobil Terlaris Mei 2026, Penjualan BYD Cuma Segini

Dina Rayanti - detikOto
Minggu, 14 Jun 2026 07:08 WIB
BYD Atto 1 dipamerkan pada peluncurannya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (24/7/2025).
BYD. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Tak ada mobil BYD di daftar mobil terlaris periode Mei 2026. Berikut ini catatan penjualan BYD sepanjang bulan kelima itu.

BYD absen dalam daftar mobil terlaris yang dijual di Indonesia pada periode Mei 2026. Berdasarkan data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama bulan kelima, penjualan BYD pada Mei memang merosot amat signifikan. Secara wholesales (dari pabrik ke dealer), hanya ada 895 unit yang terdistribusi padahal bulan sebelumnya tembus 4.625 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu pun dengan penjualan secara retail yang pada April menyentuh 6.274 unit, namun pada Mei hanya 2.892 unit. Bila dirunut 10 merek terlaris secara wholesales, catatan penjualan itu membuat pabrikan asal Shenzhen tersebut terlempar. Namun secara retail, penjualannya masih ada di 10 terlaris.

Di daftar 20 mobil terlaris juga demikian, tidak ada mobil BYD bertengger di sana. Sebagai perbandingan pada April, ada dua mobil BYD di daftar terlaris yakni M6 dan Sealion 7.

ADVERTISEMENT

Merosotnya penjualan BYD itu kemungkinan besar lantaran pabrikan sudah mengerem kegiatan impor di tengah pembangunan pabrik di Subang. Gaikindo mencatat, dalam data impor, kini hanya ada tiga model BYD yang didatangkan secara utuh dari China yaitu Seal Dynamic, Atto 3 Advanced Standard Range, dan Atto 3 Superior Extended Range. Namun pada Mei, tak ada satu pun unit yang diimpor.

Sementara itu pembangunan pabrik BYD di Subang belum sepenuhnya rampung. Di data produksi, juga belum ada merek BYD yang tercatat merakit ataupun memproduksi mobil di RI. Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, belum lama ini mengatakan proses pembangunan pabrik saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah tahapan penting, termasuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar kualitas produksi.

Meski demikian, Luther belum bisa mengungkap kapan tepatnya pabrik tersebut mulai beroperasi penuh. Menurut dia, masih ada sejumlah proses finalisasi yang harus dipastikan berjalan sesuai standar BYD global.

"Secara spesifik saya nggak bisa sampaikan kapan bulannya, namun memang ini udah tahap terakhir. Yang ini penting, ini menyangkut compliance kita terhadap aturan yang telah berlaku," ujarnya.




(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads