Vice President PT Bajaj Auto Indonesia Dinesh Kulkani mengakui kalau ketersediaan spare part adalah kelemahan mereka saat ini dan akan terus mereka perbaiki.
Ada 3 komponen yang saat ini masih menjadi kendala Bajaj dan juga telah diakui oleh mereka sendiri yakni ketersediaan kanvas rem, rantai dan kanvas kopling. Selain ketiga komponen tersebut, ketersediaannya terbilang aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang tidak ada yang ingin tahu masalahnya," cetus Kulkani di Jakarta.
Kulkani lalu menjelaskan kalau antara India dan Indonesia masing-masing memiliki penafsiran tanda baca titik (.) dan koma (,) yang berbeda jauh sekali.
"Misalnya angka seribu di Indonesia tertulis satu titik nol nol nol (1.000). Nah di India, seribu itu tertulis satu koma nol nol nol (1,000). Jadi kalau kita pesan spare part seribu buah kita tulis 1(.)000, maka orang India akan membacanya pesanan hanya 1 buah, karena kalau seribu mereka menulis 1(,)000," papar Kulkani.
Ketika bulan pertama, misalnya, mereka memesan sebuah komponen sebanyak 1.000 lalu yang dikirim hanya 1, BAI menurut Kulkani masih berpikir positif. "Kita awalnya berpikir, mungkin ada keterbatasan stok di India, jadi kita maklumi," imbuhnya.
Tapi ketika kembali memesan, angka pengiriman masih sama, BAI pun menurut Kulkani langsung menanyakan ada masalah apa. "Lalu mereka jawab, kan kamu memang hanya pesan 1," ujarnya.
Terang saja hal itu membuat BAI kelabakan dan segera menjelaskan semuanya. "Itu satu masalah saja, sekarang sudah tidak lagi," lugasnya.
Selain masalah komunikasi tersebut, Kulkani mengakui kalau pihaknya memang menemui kendala di urusan distribusi. Hal itu dikarenakan sebelumnya Bajaj hanya mengirim ke diler utama yang memegang suatu wilayah di Indonesia. Nah, terkadang, main dealer ini tidak langsung menyebar komponen kiriman itu ke diler-diler dan membuatnya menumpuk di gudang.
Karena itu untuk memastikan komponen yang dibutuhkan sampai dengan cepat, maka kini Bajaj tidak lagi mengirim komponen ke diler utama, tapi langsung ke diler-diler dan bengkel resmi yang mereka miliki.
"Jadi sekarang kita potong jalurnya biar cepat. Kalau dulu dari Bajaj ke diler utama baru ke diler, kini tidak lagi. Sekarang, Bajaj langsung mengirim komponen ke diler, tidak lagi ke main dealer, biar cepat sampai," jelas Marketing Manager PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) Rizal Tandju.
Dengan sistem tersebut ketersediaan komponen Bajaj di diler-diler menurut Rizal sudah mencapai angka 90 persen.
"Memang masih ada kendala tapi kita terus perbaiki karena idealnya memang 100 persen. Sekarang urusan spare part ini jadi fokus utama kita," tandasnya.
Saat ini Bajaj memiliki 93 diler resmi berfasilitas 3S (sales, service, spare part) dan 122 bengkel mitra di berbagai wilayah di Indonesia.
Angka tersebut akan segera bertambah karena hingga akhir September 2011 nanti, jumlah diler resmi berfasilitas 3S (sales, service, spare part) Bajaj di targetkan akan menjadi 106 diler dan 140 bengkel mitra.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih