Jago! Kakek Tak Lulus SD Asal Jambi Bikin Helikopter Pakai Barang Bekas dan Mesin Motor Matic

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 09 Jul 2021 16:57 WIB
Helikopter buatan Kakek berusia 64 tahun asal Jambi
Helikopter buatan Usman Jalil (65) yang terbuat dari besi bekas dan mesin skutik Foto: Antara/Nanang Mairiadi
Jakarta -

Keterbatasan tak membuat Usman Jalil (65) patah arang untuk produktif. Kakek yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas dua Sekolah Rakyat --sekarang setingkat SD itu viral di media sosial lantaran membuat helikopter.

Dikutip dari Antara, Jumat (9/7/2021) Usman membuat helikopter dari bahan besi bekas, sementara mesinnya pakai dua unit motor matic. Diyakini Usman, helikopter buatannya itu bisa terbang.

Usman menceritakan awal mula dirinya pernah membuat helikopter pada 1997 di Kecamatan Suban, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabar), Ia menggunakan dari bahan baku rotan, dengan tenaga pemutar baling-baling hanya bermodalkan dari gergaji mesin.

Ide pembuatan itu berawal saat dirinya bekerja di tempat pemotongan kayu atau sawmill. Sebab jarak yang jauh serta medan jalan rusak membuat Usman berpikir bagaimana caranya untuk lebih cepat sampai di tempat kerjanya.

Akhirnya dibuatlah helikopter tersebut dari rotan, dia menceritakan armada terbang buatannya itu berhasil terbang. Tapi sebelum berhasil lepas landas, Usman juga menceritakan bahwa helikopter ciptaannya itu berkali-kali gagal.

"Kalau gagalnya dak terhitung lagi, berpuluhan kali gagal," kata Usman.

Ingin terus berprodukif, dia kembali membuat helikopter, tapi tak lagi menggunakan rotan melainkan dengan bahan sisa besi tua.

Helikopter buatan Kakek berusia 64 tahun asal JambiHelikopter buatan Kakek berusia 64 tahun asal Jambi Foto: Antara/Nanang Mairiadi

Tidak ada barang baru, seperti kepala helikopternya menggunakan kepala mobil bekas, dan untuk badan helikopter terbuat dari sisa besi tua, sementara tenaga untuk memutar baling-baling mengandalkan dua unit mesin sepeda motor.

Bahan-bahan itu dikumpulkan Suman, dia memilih besi yang tidak memiliki berat berlebih, atau lebih ringan.

Dia mengatakan belajar secara otodidak. Usman mengatakan kekurangan dari helikopternya hanya tali seplin, shok breaker, dan kelahar duduk.

Soal biaya, jika ditotal menghabiskan uang antara Rp 35 juta - Rp 40 juta. "Saya kumpul-kumpul duit hasil penjualan depot air untuk membeli bahannya," ujar Usman.

Dalam pembuatan helikopter tersebut, Usman Jalil juga sempat dimarahi anak dan menantunya. Sebab hasil kreasi Usman dinilai hanya menghamburkan uang saja. Tak hanya itu, banyak warga yang meremehkan suaminya membuat helikopter.

Seperti diceritakan istrinya, Nurhayati, kegigihan suaminya malah tambah kuat untuk membuat helikopter tersebut.

"Bapak kalo sudah digituin, semangatnya tambah karena bapak pengen membuktikan ke masyarakat. Bahwa beliau bisa," tutur Nurhayati.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Dapil Jambi yang juga mantan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus sudah mendatangi kediaman dan bengkel helikopter Usman Jalil. Hasan berpesan supaya Usman terus berkaya dan jangan dijual hasil karyanya.



Simak Video "Detik-detik Evakuasi Helikopter yang Terguling di Bandara Budiarto Curug"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)