"Semua yang ada di motor ini ada filosofinya. Ini motor saya buat benar-benar pakai hati," ujar jagoan Kahanan Motor Lusep Sugiharto kepada detikOto.
"Kenapa dibuat polos dan minim seperti ini? Karena saya mau memperlihatkan kalau sesuatu yang sederhana itu juga bisa indah dipandang," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep tuas perseneling ini memang bukan hal baru di dunia modifikasi. Tapi posisi seperti ini bukannya tanpa arti.
"Ini artinya maju-mundurnya kehidupan kita ada di tangan kita sendiri, bukan orang lain. Bola biliar berangka 8 yang ada di tuasnya juga memiliki arti sendiri kalau siklus kehidupan itu tidak terputus seperti garis tanpa putus yang ada di angka delapan," bebernya.
Sementara knalpotnya bukan lagi berbentuk tabung, melainkan butiran bola berjumlah empat buah dengan ujung gas buang di bola ketiga. Konsep ini pun diartikan Lusep sebagai siklus hidup seorang manusia.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin