Sabtu, 05 Okt 2019 14:37 WIB

Kustomfest 2019 Digelar, Motor Modif 'Otoseno' Ini untuk Pengunjung

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: dok. Kustomfest Foto: dok. Kustomfest
Jakarta -

Ajang modifikasi Kustomfest 2019 resmi digelar, sama seperti setiap tahunnya ajang ini pun memberi kesempatan setiap pengunjung untuk mendapatkan satu motor modifikasi. Kali ini, satu motor modifikasi bergaya 'Flat Track Race'.

Pada perhelatan ke Delapan ini atau tepatnya Kustomfest 2019 - Back To The Roots, Lulut Wahyudi beserta Tim Retro Classic Cycles menghadirkan Lucky Draw yang dibuat berdasarkan inspirasi, pengalaman serta filosofi mendalam yang serta merta dilebur jadi satu, dan dituangkan dalam wujud Lucky Draw tahun ini yang kemudian dinamakan "Ontoseno".

Ontoseno merupakan Satria Pandawa, putra Werkudoro (Bimo) yang mengorbankan dirinya untuk kemenangan dan kejayaan Pandawa di perang Baratayudha. Menurut Lulut, pengorbanan seperti yang dilakukan Ontoseno tersebut sudah sangat langka di jaman milenial ini.

"Pengorbanan yang dilakukan era sekarang ini kebanyakan disisipi kepentingan tertentu, bukan pengorbanan demi kebaikan bersama. Dan ini saya terapkan pada Ontoseno yang berwujud motor kustom yang menganut style Flat Race," ungkap Lulut.

Motor modif Ontoseno Kustomfest 2019Motor modif Ontoseno Kustomfest 2019 Foto: dok. Kustomfest

Syle Flat Track dipilih karena sesuai dengan program yang pertama kalinya dihadirkan di Kustomfest yakni Flat Track Race. "Ada konektivitas antara lucky draw dengan program perdana di Kustomfest tahun ini," terang Lulut.

Frame Ontoseno diambil dari Triumph T140 Bonnevile 750, motor buatan inggris yang paling sukses di dunia. Kedigdayaan Motor ini begitu tenar di ajang balap dunia, apalagi saat itu Balap Production TT (Tourist Trophy) adalah balapan yang sangat prestisius, dan di Balap TT itulah nama Bonneville menjadi tenar.

Tidak salah kiranya Ontoseno mengusung tema Flat Track, karena masih ada DNA-DNA balap yang ada dalam Triumph T140 Bonnevile. Dapur pacu Ontoseno dipilih mesin Triumph T140 yang berkapasitas 750cc, agar beringas di lintasan sekaligus mampu melibas berbagai tantangan. Motif kotak-kotak pada sektor tangki bahan bakar merupakan cerminan visual dari sosok Ontoseno sesungguhnya yang menggunakan balutan bermotif kotak-kotak.

Dari sekian banyak sosok menginspirasi yang berkorban demi kebaikan bersama, Lulut lebih memilih Ontoseno guna dijadikan inspirasi dan nama pada sosok Lucky Draw tahun ini.

"Di dunia pewayangan, sosok Ontoseno tidak se-populer Gatotkaca yang sudah punya nama besar. Meski tidak populer, namun Ontoseno berani mengambil keputusan atas dasar kecintaannya yang besar atas negara yang ia sayangi. Hal tersebut yang mendasari saya memilih sosok Ontoseno," papar Lulut.

Motor modif OntosenoMotor modif Ontoseno Foto: dok. Kustomfest

Ia juga merasakan jika nilai-nilai budaya luhur seperti dulu sudah jarang terjadi di era milenial saat ini. Ontoseno merupakan representasi yang real tentang jiwa dan spirit berani berkorban demi negara dan orang-orang yang dicintainya.

Dengan kehadiran Ontoseno ini, Lulut berharap kepada generasi muda untuk tidak hanya nenuntut dari sekelilingnya termasuk dari orang tua maupun negara. Tetapi apa yang bisa dilakukan, diperbuat dan dikorbankan bagi negara dan orang-orang di sekeliling kita yang senantiasa mensupport sekaligus membuat kita ada dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

"Jika hal dasar tadi tertanam dengan baik, dengan begitu orang tersebut akan masuk pada level berpikir yang seimbang. Tidak hanya menuntut, namun juga berpikir apa yang bisa diberikan dan dikorbankan," tambah Lulut.

Berkorban di sini bukan berarti harus mengorbankan nyawa seperti Ontoseno, tapi berkorban dalam arti apa yang bisa diberikan setiap individu untuk semuanya demi kebaikan dan kesatuan terutama untuk negara yang kita cintai ini.

Motor modif OntosenoMotor modif Ontoseno Foto: dok. Kustomfest



Berikut spesifikasi Otoseno:

FRAME:

Frame : Triumph T140 Bonneville 750 (oil in frame)

ENGINE:

Engine : Twin, four stroke 750cc

Ignition : Amal

Charging system : Amal

Carburetor : Keihin PWK 28 Sudco - Dual Carb

Exhaust : : Kustom Exhaust by Retro Classic Cycles.

Transmission :5 Speed

BODY :

Gas tank : Kustom by Retro Classic Cycles.

Front fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles

Rear fender : Alloy Fender Kustom by Retro Classic Cycles

Oil tank : Oil in Frame

SUSPENSION

Front suspension : Telescopic 36mm

Rear end : Absorber 335mm / 13,2' eye to eye

Triple Tree : Kustom Made by Retro Classic Cycles

CONTROL SYSTEM :

Handlebar : Classic dirt bike handle bar 7/8 inch

Hand control : Aftermarket

Foot control : Mid Control Position

.

WHEELS & TIRES :

Front wheel : 19 inch spoke

Front tires : 3.50 / 19' spoke

Rear Wheel : 18 inch spoke

Rear Tires : 4.00 - 18''

BRAKE SYSTEM :

Front brake : Single disc / 2 piston calliper

Rear brake : Expanding brake

ELECTRICAL :

Head light : No Way - only for race.

Tail light : No Way - only for race

Battery : 12v - 8 ampere

PAINTING :

Color : Kustom Painting "chillie Spicy Red"

Painter : Danny Hacka "Hacka Pinstriping"

Seat : Classic Ribbed

THANKS TO :

GOD for blessing all Retro Classic Cycles Family for rockin over work days and night!

Danny Hacka, Thanks for fast work!

Sweda and Kuda !

Halaman
1 Tampilkan Semua


Simak Video "Upaya Turunkan Hujan, 3 Ton Garam Disemai di Langit Riau"
[Gambas:Video 20detik]

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com