"Karena kan kalau kita mau pindahin penggeraknya, kita mesti pasang kopel ke belakang, kita harus bikin balancer di tengahnya. Karena kan dari depan ke belakang cukup jauh ya jaraknya," ucapnya, keapda detikOto.
Namun Dana menjelaskan, untungnya Sirion memiliki lantai mobil yang mendukung perpindahan penggerak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan yang menurut Dana paling sulit untuk pengerjaannya adalah, bagaimana membuat Sirion ini seimbang untuk dapat digunakan.
"Beratnya balance kiri sama kanan. Karena kan mesin aslinya melintang, jadi pembagian bobotnya gampang. Kalau ini kan ke belakang, dan kecil. Jadi kan dia ada di sisi kiri, kita kan mau timbang nih. Sebelum dibongkar memang kita sudah timbang. Nanti kalau driver-nya di kanan kan seimbang nih, jadi kalau ada navigator yang bisa ikut sprint, gitu," tambah Dana. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit