Suzuki mengumumkan rencana pengembangan teknologi kendaraan untuk 10 tahun ke depan. Salah satunya, Suzuki berencana mengembangkan teknologi mobil plug-in hybrid (PHEV) dan range-extended electric vehicle (REEV). Dua teknologi itu banyak dikembangkan oleh produsen otomotif China.
Dalam Technology Strategi Briefing 2026, Suzuki mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan e-Axle baru yang dapat digunakan pada kendaraan listrik (EV), kendaraan hybrid (HEV), serta kendaraan listrik range-extended (REEV) atau plug-in hybrid (PHEV) kelas ringan.
Suzuki menyatakan akan menggunakan sistem series hybrid, yang kemungkinan besar cara kerjanya mirip dengan teknologi e-Power milik Nissan. Mesin utamanya akan berfungsi terutama untuk mengisi daya baterai, sementara motor listrik bertugas menggerakkan roda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mobil compact, kami sedang menyiapkan HEV tipe series yang menghasilkan listrik dari bahan bakar untuk menggerakkan motor listrik," kata Katsuhiro Kato, Direktur dan Wakil Presiden Eksekutif serta Chief Technology Officer Suzuki Motor Corporation.
Selain itu, Kato menyebut, Suzuki akan mengembangkan lebih lanjut sistem itu hingga mengadopsi teknologi REEV. Namun, mobil REEV Suzuki itu nantinya tidak menggendong mesin terlalu besar.
"Kami juga akan mengembangkan lebih lanjut sistem ini dengan menambahkan kemampuan pengisian daya eksternal serta baterai berukuran tepat untuk menciptakan sistem range extender yang ringan. Kendaraan ini akan menjadi 'REEV Light' yang tidak menggunakan baterai berukuran sangat besar, namun tetap memungkinkan Anda berkendara tanpa perlu mengkhawatirkan sisa daya," katanya.
Rencana Suzuki Hadirkan Mobil REEV Foto: Dok. Suzuki |
Suzuki menargetkan sistem series hybrid ini mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 29%. Itu berarti penghematan CO2 hingga 300 kg per 10.000 km.
Belum ada informasi pasti mengenai model mobil Suzuki mana yang akan mengadopsi sistem HEV dan REEV baru ini. Namun, beredar rumor bahwa Fronx mungkin akan menggunakan powertrain series hybrid. Sementara itu, sistem REEV kemungkinan akan digunakan pada kendaraan yang lebih besar yang sesuai dengan pasar tertentu.
"Alih-alih mengembangkannya secara terpisah, kami merencanakannya secara bersamaan dengan berpijak pada platform inti dan desain dasar yang sama, serta mengembangkannya sebagai satu keluarga produk," kata Kato.











































