Thailand Dilanda Banjir Parah, Pabrik Honda Sampai Setop Produksi

Thailand Dilanda Banjir Parah, Pabrik Honda Sampai Setop Produksi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 01 Okt 2026 08:50 WIB
Hujan deras mengguyur Bangkok, Thailand, pada Sabtu (26/9/2026). Intensitas hujan membuat sejumlah ruas jalan di ibu kota Thailand tergenang air. REUTERS/Patipat Janthong
Banjir di Thailand. Foto: REUTERS/Patipat Janthong
Jakarta -

Thailand dilanda banjir parah. Pabrik motor Honda sampai setop produksi akibat banjir yang melanda.

Hujan deras akhir pekan menyebabkan banjir di 41 provinsi Thailand sejak 16 September, berdampak pada lebih dari 580.000 rumah dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Di Bangkok, curah hujan hingga 320 milimeter dalam dua atau tiga hari membuat jaringan drainase kewalahan.

Pada Senin (28/9), sejumlah kawasan ibu kota masih terendam hingga setinggi pinggang. Sedikitnya 5.901 orang telah dipindahkan ke 234 pusat evakuasi, sementara lebih dari 80.000 warga di wilayah terdampak dilaporkan masih tidak dapat meninggalkan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Paultan, banjir parah itu memaksa Honda menghentikan sementara produksi sepeda motor di salah satu pabriknya. Honda menghentikan produksi pada tanggal 28 dan 29 September setelah banjir mengganggu kegiatan operasional.

ADVERTISEMENT

Pabrik tersebut diperkirakan akan kembali beroperasi pada 30 September ini. Namun, Honda belum memberikan indikasi apakah penghentian ini akan berdampak lebih luas terhadap total produksi.

Gangguan ini terjadi setelah curah hujan mencapai lebih dari 300 mm di Bangkok dalam kurun waktu dua hingga tiga hari--jumlah yang hampir setara dengan curah hujan normal di ibu kota tersebut selama satu bulan penuh di bulan September.

Bagi Honda, dampak langsungnya terasa pada produksi sepeda motor, bukan pada sektor manufaktur otomotif Thailand secara keseluruhan. Federasi Industri Thailand (FTI) menyatakan, sebagian besar pabrik kendaraan dan pengiriman suku cadang tetap beroperasi, dan target produksi kendaraan nasional sebanyak 1,45 juta unit untuk tahun 2026 tidak mengalami perubahan.

Penghentian sementara operasional Honda ini menyoroti kerentanan sektor manufaktur Thailand di tengah meluasnya banjir ke berbagai provinsi yang mengganggu transportasi serta aktivitas industri. Pihak berwenang terus memantau kondisi banjir di kawasan industri wilayah timur Thailand, termasuk Prachin Buri dan Rayong, tempat industri otomotif memiliki basis manufaktur yang signifikan.



(rgr/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads