Mitsubishi XFORCE Non-Hybrid Diuji Jakarta-Bandung PP, Seberapa Irit?

Mitsubishi XFORCE Non-Hybrid Diuji Jakarta-Bandung PP, Seberapa Irit?

Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 04 Okt 2026 19:24 WIB
Tes Mitsubishi Xforce Ultimate non hybrid Jakarta-Bandung-Jakarta
Mitsubishi Xforce Ultimate (Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikcom)
Jakarta -

Jakarta-Bandung kini bisa ditempuh dengan relatif mudah berkat jalan tol.

Tapi, perjalanan pergi-pulang sejauh lebih dari 300 km tetap menarik untuk menguji efisiensi sebuah mobil, apalagi dengan kondisi penggunaan yang dibuat mendekati kebutuhan sehari-hari.

Kali ini, Mitsubishi XFORCE Ultimate non-hybrid kami ajak menempuh rute Jakarta-Bandung PP. Mobil diisi empat orang sekaligus sejumlah barang bawaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan dimulai dari salah satu SPBU di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Tangki diisi penuh dengan patokan klik pertama dari nozzle. Dari situ lantas kami membawa XFORCE masuk ke Tol JORR, Tol MBZ, dan kemudian Tol Cipularang.

Di MBZ, kami sempat menggunakan Adaptive Cruise Control yang merupakan bagian dari sistem bantuan berkendara Mitsubishi Diamond Sense. Fitur ini cukup membantu menjaga jarak dengan kendaraan di depan ketika laju di tol relatif konstan.

ADVERTISEMENT

Memasuki Cipularang, tantangannya berbeda. Jalur menuju Bandung memiliki sejumlah tanjakan yang cukup panjang dan menguji kerja mesin. Menariknya, sesaat sebelum masuk Cipularang di Gerbang Tol Kalihurip Utama, indikator bensin masih menunjukkan kondisi penuh.

Tes Mitsubishi Xforce Ultimate non hybrid Jakarta-Bandung-JakartaTes Mitsubishi Xforce Ultimate non hybrid Jakarta-Bandung-Jakarta Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Setelah melewati naik-turun Cipularang, kami keluar di Gerbang Tol Padalarang untuk sarapan. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui Tol Purbaleunyi menuju Kota Bandung dan keluar di Tol Pasteur.

Di Bandung, XFORCE digunakan untuk aktivitas singkat sebelum kembali ke Jakarta. Kami sempat beristirahat dan menikmati kopi, sehingga pengujian tidak hanya berlangsung di jalan tol, tetapi juga melibatkan penggunaan di area perkotaan.

Perjalanan pulang kembali melewati Cipularang, Tol Japek dan MBZ hingga keluar di Gerbang Tol Halim. Dari sini, XFORCE menghadapi kondisi lalu lintas Jakarta yang lebih padat, melewati Cawang, Pancoran, Kalibata, Pasar Minggu, hingga Jalan Samali sebelum akhirnya tiba di salah satu SPBU di kawasan Warung Buncit.

Total jarak yang ditempuh mencapai 314,3 km.

Bukan XFORCE Hybrid

XFORCE yang kami gunakan merupakan tipe Ultimate, varian tertinggi dari XFORCE non-hybrid.

Mobil ini mengandalkan mesin 4A91 1.5 liter MIVEC dengan tenaga 105 PS pada 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga disalurkan melalui transmisi CVT.

XFORCE memiliki empat pilihan mode berkendara, yakni Normal, Wet, Gravel, dan Mud. Sepanjang pengujian, kami menggunakan mode Normal untuk memberikan gambaran konsumsi dalam penggunaan yang lebih umum.

Setelah menempuh ratusan kilometer, MID XFORCE menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata 18,4 km/liter, dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Namun, angka tersebut belum menjadi hasil akhir.

Tes Mitsubishi Xforce Ultimate non hybrid Jakarta-Bandung-JakartaTes Mitsubishi Xforce Ultimate non hybrid Jakarta-Bandung-Jakarta Foto: Muhammad Hafizh Gemilang

Hasil Tes Full-to-Full

Setibanya di Jakarta, kami kembali mengisi tangki XFORCE hingga penuh dengan metode yang sama, yakni menggunakan patokan klik pertama dari nozzle SPBU.

Dari perjalanan sejauh 314,3 km, XFORCE membutuhkan 19,04 liter bensin untuk kembali penuh. Jika dihitung berdasarkan jarak tempuh dan jumlah bahan bakar yang digunakan, konsumsi aktualnya mencapai 16,51 km/liter.

Angka ini memang lebih rendah dibandingkan catatan MID sebesar 18,4 km/liter. Namun, untuk pengujian ini kami menggunakan hasil full-to-full sebagai acuan karena perhitungannya berdasarkan jumlah bahan bakar yang benar-benar masuk kembali ke tangki.

Yang menarik, angka 16,51 km/liter tersebut dicapai dalam kondisi XFORCE membawa empat orang dan barang bawaan. Mobil juga melewati berbagai kondisi jalan, mulai dari tol dengan kecepatan relatif konstan, tanjakan dan turunan Cipularang, penggunaan di Kota Bandung, hingga kemacetan Jakarta.

Dengan kondisi tersebut, konsumsi 16,51 km/liter memberikan gambaran bahwa XFORCE non-hybrid masih mampu menjaga efisiensi ketika diajak melakukan perjalanan jauh dengan beban penumpang dan kondisi jalan yang beragam.

Kami juga sudah mengetes Mitsubishi Xforce Hybrid. Silakan tonton review-nya di kanal Youtube detikOto

Halaman 2 dari 2
(mhg/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads